- Instagram @pascalstruijk - Instagram @timnasindonesia
Terpopuler Bola 1 Maret: Pascal Struijk Diserbu Fans Garuda, Bung Ropan Puji John Herdman, Wonderkid Berdarah Jawa
tvOnenews.com - Perjalanan Timnas Indonesia terus menjadi perhatian publik jelang FIFA Series 2026.
Mulai dari sorotan terhadap debut perdana pelatih anyar, respons pemain Eropa terhadap derasnya permintaan naturalisasi, hingga munculnya talenta muda berdarah Indonesia di Belanda.
Berikut rangkuman tiga berita bola terpopuler edisi 1 Maret 2026.
Bung Ropan Bicara Jujur soal John Herdman
Debut John Herdman bersama Timnas Indonesia akan terjadi dalam ajang FIFA Series 2026 saat menghadapi Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 27 Maret mendatang.
Laga tersebut bukan sekadar uji coba, melainkan panggung pembuktian awal bagi pelatih asal Inggris itu.
Herdman datang dengan reputasi kuat setelah membawa Timnas Kanada tampil di Piala Dunia 2022. Kini ia memikul ekspektasi besar dari suporter Merah Putih.
Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan menilai momen ini menjadi kesempatan emas bagi Herdman untuk menjawab rasa penasaran publik.
Menurut Bung Ropan, kesan awal Herdman cukup menjanjikan, terutama dari sisi komitmen.
Salah satu hal yang disorot adalah kesediaannya membawa keluarga untuk tinggal di Jakarta, sesuatu yang dinilai belum pernah dilakukan pelatih Timnas Indonesia sebelumnya.
Selain itu, Herdman juga menerima keinginan PSSI untuk melibatkan asisten pelatih lokal dalam stafnya. Langkah ini dianggap positif karena membuka ruang transfer ilmu dan keberlanjutan pembinaan.
Secara kualitas, Indonesia dinilai berada di atas Saint Kitts and Nevis berdasarkan peringkat FIFA dan kedalaman skuad yang dihuni pemain-pemain Eropa seperti Jay Idzes (Sassuolo), Emil Audero (Cremonese), Kevin Diks (Borussia Monchengladbach), hingga Maarten Paes (Ajax).
Namun Bung Ropan mengingatkan bahwa sepak bola tidak bisa hanya dilihat dari ranking.
Menariknya, Herdman pernah menghadapi Saint Kitts and Nevis saat melatih Kanada pada 2018 dan hanya menang tipis 1-0.
Pengalaman itu menjadi catatan penting bahwa lawan tetap berpotensi menyulitkan.
Debut di hadapan puluhan ribu suporter GBK akan menjadi ujian emosional sekaligus teknis bagi Herdman.
Pascal Struijk Heran Namanya Terus Diserbu Fans Garuda
Nama Pascal Struijk kembali ramai dibicarakan setelah ia mengomentari antusiasme suporter Indonesia yang terus memintanya membela Timnas.
Bek Leeds United itu mengaku terkejut sekaligus terhibur melihat kolom komentar media sosialnya dipenuhi permintaan dari fans Garuda.
Ia menyebut Indonesia sebagai negara sepak bola besar dengan fanbase yang luar biasa.
Meski memiliki darah Indonesia dari kakek dan nenek yang berasal dari Hindia Belanda, Struijk menegaskan bahwa fokusnya saat ini adalah menyelesaikan musim bersama Leeds United dan membantu timnya bertahan di Premier League.
Struijk yang tampil konsisten musim ini masih menyimpan ambisi memperkuat Timnas Belanda senior.
Ia berharap performanya bisa menarik perhatian pelatih Ronald Koeman.
Secara regulasi, peluang membela Indonesia memang terbuka. Namun hingga kini belum ada sinyal bahwa ia akan mengubah prioritas internasionalnya.
Bagi Timnas Indonesia, situasi ini menjadi pengingat bahwa tidak semua pemain diaspora otomatis bersedia berganti federasi, meski antusiasme publik begitu besar.
Wonderkid Berdarah Surabaya yang Mencuri Perhatian
Selain nama-nama mapan, publik juga menyoroti kemunculan talenta muda berdarah Indonesia di Belanda, yakni Julian Oerip.
Gelandang muda Jong AZ itu baru saja masuk dalam Best XI pekanan Eerste Divisie setelah mencetak satu gol dan satu assist dalam laga melawan Den Bosch.
Penampilannya dinilai krusial dalam menghindarkan tim dari kekalahan.
Nama “Oerip” yang kental nuansa Jawa berasal dari kakek pihak ayahnya yang merupakan putra asli Surabaya. Meski lahir di Alkmaar, ia memiliki garis keturunan Indonesia yang jelas.
Di usia 19 tahun, Julian sudah menjadi bagian dari sistem tim muda Belanda sejak U-16 hingga U-19.
Ia juga dipercaya mengenakan ban kapten di Jong AZ, bukti kedewasaan dan kepemimpinannya.
Musim lalu ia membukukan 10 gol dalam 44 penampilan, menunjukkan kontribusi signifikan sebagai gelandang serang modern.
Karena belum pernah membela tim senior Belanda, secara regulasi peluang untuk membela Indonesia masih terbuka.
Namun tentu semua bergantung pada keputusan pribadi sang pemain dan langkah federasi ke depan.
(ism/asl/tsy)