- Instagram - PSM Makassar
Wiljan Pluim, Eks PSM Makassar yang Tolak Mentah-mentah Tawaran Naturalisasi dari PSSI: Tidak Guna bagi Saya
tvOnenews.com - Di tengah riuhnya sorotan tajam mengenai skandal paspor yang belakangan ini menerpa sejumlah pemain Timnas Indonesia, ada cerita dari eks jenderal lapangan tengah PSM Makassar dan Borneo FC, Wijan Pluim.
Pluim bukan sekadar legiun asing yang menumpang lewat. Pemain kelahiran Zwolle, Belanda, 4 Januari 1989 ini punya rekam jejak mentereng di kompetisi elite Belanda (Eredivisie), mulai dari Vitesse Arnhem, PEC Zwolle, Roda JC, hingga Willem II, sebelum akhirnya menancapkan hegemoninya di Indonesia.
- Instagram @wiljanpluim
Pluim dikenal sebagai salah satu legenda PSM Makassar yang sudah bergabung sejak tahun 2016 lalu. Selama 7 tahun dedikasinya, ia menjelma menjadi nyawa sekaligus kapten karismatik bagi skuad Juku Eja.
Tidak sekadar bermain cantik, Pluim sukses mempersembahkan trofi Piala Indonesia 2019 dan puncaknya, mengakhiri dahaga gelar 23 tahun PSM dengan merengkuh takhta Juara Liga 1 musim 2022/2023.
Setelah menuntaskan kisah indahnya di Makassar, ia sempat mencicipi atmosfer Borneo FC pada 2024 sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu dari liga profesional Indonesia.
Bermain lebih dari 5 tahun di Ibu Pertiwi, otomatis membuat Pluim memenuhi syarat regulasi untuk berganti kewarganegaraan. Dalam program Tekengeld di media Belanda, ESPN NL, Pluim mengungkapkan bahwa ia sempat mendapat desakan kuat dari pihak klub dan PSSI.
Namun, Pluim mengendus adanya motivasi yang sangat pragmatis di balik ketertarikan tersebut—yakni demi keuntungan finansial dan taktik klub untuk melonggarkan slot pemain asing.
“Jika Anda bermain untuk klub yang sama di sana selama 5 tahun, Anda otomatis memenuhi syarat untuk mendapatkan paspor,” kata Pluim.
“Saya ditekan oleh federasi dan klub untuk mendapatkan paspor tersebut. Kemudian Anda juga menjadi 'pemain lokal,' dan itu menguntungkan karena klub hanya diperbolehkan memiliki sejumlah pemain asing tertentu," sambungnya.
- Instagram/borneofc.id
Di saat banyak pemain asing tergiur dengan lonjakan nilai kontrak dan fasilitas saat memegang paspor Indonesia, Pluim justru memilih berpikir panjang.
Ia sadar betul bahwa Indonesia dan Belanda sama-sama menganut asas kewarganegaraan tunggal. Kehilangan status warga negara Belanda adalah harga yang terlalu mahal untuk masa pensiunnya.