- Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels)
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan, Pengamat Ingatkan Sensitivitas Diplomatik
“Jika film yang memiliki muatan politik tertentu ditayangkan di bioskop, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang berimbang sehingga dapat menilai isi film secara objektif,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan analis geopolitik Eko Sulistyanto. Ia menilai setiap produk budaya yang berkaitan dengan isu hubungan internasional perlu memperhatikan sensitivitas diplomatik dan kondisi sosial di negara tujuan penayangan.
“Pemutaran film yang berkaitan dengan isu geopolitik perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dampaknya terhadap persepsi publik dan hubungan antarnegara,” kata Eko.
Karena itu, sejumlah pihak berharap proses penayangan film asing di Indonesia tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Mereka juga menilai lembaga terkait, termasuk Lembaga Sensor Film (LSF), memiliki peran penting dalam memastikan setiap karya yang beredar memenuhi standar regulasi nasional serta mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan kepentingan publik.
Dengan pendekatan yang objektif dan sesuai aturan, industri perfilman Indonesia diharapkan tetap berkembang secara sehat, terbuka terhadap berbagai karya internasional, sekaligus menjaga keseimbangan nilai budaya dan kepentingan nasional.