- Instagram/timnasindonesia
Mengapa Tim Sepak Bola Memiliki Jersei Kandang dan Tandang?
tvOnenews.com - Dalam dunia sepak bola modern, setiap klub sangat identik dengan warna kebanggaan mereka.
Namun, pernahkah kamu memperhatikan mengapa sebuah tim wajib memiliki minimal dua set pakaian pertandingan berbeda, yaitu jersei kandang (home) dan tandang (away)?
Kebijakan ini bukan sekadar urusan estetika mode, melainkan kebutuhan krusial yang melibatkan regulasi resmi, aksesibilitas penyiaran media, hingga perputaran roda bisnis industri olahraga global.
Berikut adalah tiga alasan utama di balik penggunaan dua jenis jersei berbeda dalam sepak bola.
1. Menghindari benturan warna (kit clash)
- REUTERS/Stefan Koops-EYE4IMAGES-NurPhoto
Alasan paling mendasar dari aturan ini adalah untuk mempermudah identifikasi taktis di atas lapangan hijau.
Berdasarkan Regulasi Hukum 4 dalam Laws of the Game yang dirilis oleh International Football Association Board (IFAB), kedua tim yang bertanding harus mengenakan warna pakaian yang membedakan mereka satu sama lain secara kontras, sekaligus dari perangkat pertandingan atau wasit.
Jika kedua tim yang bertemu memiliki warna jersei utama yang mirip, misalnya, sama-sama bernuansa merah tua, para pemain akan mengalami kesulitan melakukan operan cepat akibat gangguan visual.
Selain itu, wasit pun berpotensi salah mengambil keputusan krusial karena kebingungan membedakan pemain dalam situasi kemelut padat di depan gawang.
2. Sejarah penyiaran televisi dan aksesibilitas penonton
- undefined
Faktor perkembangan teknologi penyiaran juga turut membentuk sejarah regulasi ini secara mendalam.
Pada era awal siaran televisi komersial sekitar pertengahan abad ke-20, layar kaca penonton masih menggunakan format hitam-putih.
Supaya penonton di rumah dapat membedakan kedua kesebelasan dengan jelas, aturan ketat mengharuskan satu tim memakai warna gelap dan tim lawan wajib menggunakan warna terang.
Meskipun saat ini teknologi televisi sudah canggih dan berwarna, prinsip kontras ini tetap dipertahankan.
Bahkan, federasi sepak bola modern seperti UEFA kini sangat memperhatikan penonton dengan keterbatasan penglihatan atau buta warna (color blindness).
Kombinasi warna jersei yang bertubrukan secara kontras monokromatik kini dilarang demi menjaga inklusivitas pemirsa global di depan layar kaca.
3. Komersialisasi dan industri merchandise
- REUTERS/Stringer
Tidak dapat dimungkiri bahwa sepak bola masa kini telah menjelma menjadi industri raksasa bernilai miliaran dolar.