- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Xabi Alonso Bongkar Filosofi Taktik Chelsea usai Libas AC Milan di Stadion GBK
Kemenangan atas AC Milan juga menjadi jawaban Chelsea setelah sempat mengalami periode kurang menyenangkan dalam tur pramusim. The Blues sebelumnya harus menelan dua kekalahan beruntun ketika menghadapi Tottenham Hotspur dan Juventus.
Hasil positif di Jakarta membuat Chelsea kembali ke jalur kemenangan. Alonso pun mendapatkan kesempatan untuk melihat sejauh mana perkembangan timnya sebelum musim kompetisi 2026/2027 benar-benar dimulai.
Selain mengevaluasi performa individu, Alonso juga mulai membangun identitas permainan Chelsea. Pelatih asal Spanyol itu ingin The Blues memiliki sistem yang fleksibel sehingga tidak mudah dibaca oleh lawan.
Alonso tidak ingin Chelsea bergantung pada satu formasi atau pola permainan tertentu. Menurutnya, para pemain harus memiliki pemahaman yang cukup untuk beradaptasi ketika sistem permainan mengalami perubahan di lapangan.
"Ya, kami ingin menjadi sangat serbaguna dalam pendekatan dan sistem kami. Kami memiliki pemain yang bisa beradaptasi dengan sistem yang berbeda karena mereka memahami bagaimana sistem itu bekerja. Prinsip-prinsipnya tetap sama, namun pergerakannya bisa berubah," ucap Alonso.
Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu aspek penting yang ingin dibangun Alonso di Chelsea. Ia ingin para pemain mampu melakukan rotasi, menciptakan ruang, sekaligus mengubah dinamika permainan sesuai dengan situasi yang berkembang.
Bagi Alonso, pertandingan melawan AC Milan memberikan banyak bahan evaluasi untuk Chelsea. Kemenangan memang menjadi hasil yang penting, tetapi perkembangan pemain dan pematangan sistem permainan menjadi bagian yang tidak kalah krusial dalam persiapan menuju musim baru.
"Kami ingin menjadi tim yang sulit ditebak, kami ingin menjadi fleksibel, kami ingin menjadi ancaman. Tentu saja, sistem hanyalah sebuah gambar awal, setelah itu Anda harus bergerak, Anda perlu melakukan rotasi, Anda perlu menciptakan dinamika," ucap Alonso.
"Sejauh ini, kami tidak terpaku pada satu ide saja. Kami ingin memiliki sebanyak mungkin opsi yang tersedia," sambungnya.
(igp/nad)