- ANTARA
Diego Simeone si Juru Selamat Atletico Madrid yang Kebal Pemecatan
"Kami harus beradaptasi dengan keadaan, hal yang saya cari adalah kemenangan, dengan cara dan gaya saya sendiri," tambah pelatih berusia 53 tahun itu.
Meskipun banyak mendapatkan kritik pedas karena permainan pragmatisnya.
Simeone justru mampu membuktikan bahwa cara bermainnya itu mampu membuat Atletico menjadi raksasa di Spanyol.
Prestasi terus diukir Atleti bersama Simeone diantaranya berhasil membawa pulang trofi Copa del Rey pada 2012/2013, Liga Spanyol pada 2013/2014 dan 2020/2021, Liga Europa lagi pada 2017/2018.
Tak hanya itu, Atleti berhasil menyabet Piala Super Eropa pada 2012 dan 2018.
Bahkan di Liga Champions, Atletico juga mampu menembus babak final pada 2013/2014 dan 2015/2016.
Simeone juga mampu membangun tim setelah ditinggal sejumlah bintang terbaiknya di lapangan hijau.
Pelatih yang dijuluki El Cholo itu bahkan tetap mampu mempertahankan level tim meski ditinggal Falcao, Diego Costa, Filipe Luis, Gabi, Arda Turan, Mario Mandzukic, Miranda, hingga Antoine Griezmann.
Simeone juga dikenal sebagai pelatih yang bisa mendongkrak performa striker yang diasuhnya.
Sebut saja nama-nama seperti Sergio Aguero, Fernando Torres, dan Diego Costa yang akhirnya bisa dijual dengan harga mahal.
Nama terakhir yang kala itu menjadi sorotan adalah Marcos Llorente. Meskipun posisi asli pemain asal Spanyol tersebut adalah gelandang bertahan.
Namun LIorente diplot sebagai striker oleh Simeone dalam latihan Atletico.
Kala menjalani peran barunya bersama Simeone di musim lalu, mantan pemain Real Madrid itu bahkan mampu menjadi topskor kedua Atletico.
Llorente mampu menorehkan 13 gol sepanjang musim, dan hanya kalah dari Luis Suarez yang mampu mencetak 21 gol untuk Atletico.
Berkat polesan Diego Simeone juga, Llorente mampu menembus skuad Timnas Spanyol pada Euro 2020 silam. (dwi/mir)