- UEFA
Respons Mengharukan Cristiano Ronaldo usai Bawa Timnas Portugal Juara UEFA Nations League: Air Mata Hari Ini Adalah Pelepasan…
Jakarta, tvOnenews.com – Megabintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, buka suara usai membawa negaranya menjuarai UEFA Nations League 2024-2025.
Kepastian itu seusai Selecao das Quinas melibas Timnas Spanyol lewat adu penalti, setelah sebelumnya bermain imbang 2-2 pada partai final.
- Federasi Sepak Bola Portugal
Bermain di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Senin (9/6/2025) dini hari WIB, Spanyol sempat unggul dua kali melalui Martin Zubimendi dan Mikel Oyarzabal.
Namun, Portugal ogah menyerah begitu saja. Mereka dapat menyamakan kedudukan melalui gol Nuno Mendes serta Cristiano Ronaldo, demikian catatan UEFA.
Ini merupakan gelar kedua Portugal di UEFA Nations League sepanjang sejarah, setelah sebelumnya pernah mereka menangkan ketika edisi 2018-2019 silam.
Sementara Spanyol gagal mempertahankan predikat juara bertahan, setelah pada edisi 2022-2023 lalu mampu menjadi juara dengan mengalahkan Kroasia pada partai final.
Dalam laga ini, Spanyol lebih unggul dengan 62 persen penguasaan bola dan melepaskan 16 tendangan yang enam di antaranya tepat sasaran, namun Portugal bermain efektif.
Jalannya Pertandingan
Portugal lebih dulu menciptakan ancaman lewat tendangan dari Joao Neves, namun bola masih melebar dari gawang Spanyol.
Spanyol berbalik memberikan ancaman melalui peluang yang diciptakan oleh tendangan yang dilepaskan Pedri, namun bola belum menemui sasaran.
Spanyol akhirnya membuka skor pada menit 21, setelah Martin Zubimendi dapat menyambar bola rebound di dalam kotak penalti Portugal. Skor berubah menjadi 1-0.
Portugal tidak tinggal diam dan mampu menyamakan kedudukan lima menit berselang melalui gol Nuno Mendes. Skor berubah menjadi 1-1 pada menit 26.
Sebelum berakhirnya babak pertama, Spanyol kembali unggul melalui gol Mikel Oyarzabal, setelah menerima umpan dari Pedri. Kedudukan berubah menjadi 2-1 pada menit 45.
Memasuki babak kedua, Portugal kembali mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu dan sempat menciptakan gol melalui Bruno Fernandes, namun dianulir karena offside.
Portugal lalu menyamakan kedudukan 2-2 melalui gol yang dicetak oleh Cristiano Ronaldo. CR7 membuat Unai Simon tak berdaya ketika laga memasuki menit ke-61.
Pada waktu yang tersisa, kedua tim gagal mencetak gol kemenangan hingga waktu normal usai, skor imbang tetap bertahan sehingga laga dilanjutkan ke babak tambahan.
Setelah 2 x 15 menit, tak ada gol yang tercipta dan membuat pemenang akan ditentukan oleh adu penalti.
Pada babak adu penalti, Portugal menjadi pemenangnya, setelah lima penendangnya yakni Goncalo Ramos, Vitinha, Bruno Fernandes, Nuno Mendes, dan Ruben Neves berhasil.
Sementara itu, satu penendang Spanyol Alvaro Morata gagal menaklukkan Diogo Costa sehingga Selecao das Quinas menang dengan skor 5-3.
Striker Timnas Portugal, Crisitano Ronaldo, berbagi emosi setelah memenangkan UEFA Nations League bersama negaranya.
CR7 mengaku sangat senang dan menyebut Portugal pantas dinobatkan sebagai juara, dan pada saat yang sama menunjukkan kebanggaan pada momen meraih trofi sebagai kapten.
"Kegembiraan ini tak terlukiskan. Pertama-tama karena generasi pemain saat ini, yang pantas mendapatkan gelar yang begitu hebat, dan juga karena keluarga kami,” kata Ronaldo, dikutip dari The Thao 247.
“Saya telah memenangkan banyak trofi di tingkat klub, tetapi tidak ada yang sebanding dengan mengangkat trofi kejuaraan bersama tim nasional,” imbuhnya.
“Mengenakan ban kapten generasi ini adalah kebanggaan yang luar biasa. Memenangkan kejuaraan bersama tim selalu menjadi puncak karier,” jelasnya.
Lebih lanjut, pemain berusia 40 tahun itu mengaku sampai meneteskan air mata Bahagia. Ia merasa lega bisa menuntaskan tanggung jawabnya dengan hasil manis.
“Air mata hari ini adalah pelepasan dari tanggung jawab yang telah selesai dan ledakan kebahagiaan,” jelas Ronaldo.
Sementara itu, Ronaldo belum memikirkan kapan dia akan pensiun sebagai pemain. Pemilik lima gelar Ballon d’Or itu ingin beristirahat sejanak dalam waktu dekat ini.
“Bagaimana dengan masa depan? Saya hanya memikirkan masa kini. Dalam waktu dekat, ini adalah istirahat yang baik. Saya cedera dan segalanya menjadi lebih buruk, tetapi saya masih mencoba bermain karena ketika Anda bermain untuk tim nasional, Anda selalu harus berjuang sampai akhir,” katanya.
Selain itu, superstar berusia 40 tahun itu juga mengungkapkan bahwa dia mengalami masalah sebelum pertandingan, namun mampu membawa kemenangan bagi timnya.
"Saya merasakan sakit sejak pemanasan, sebenarnya cedera ini telah membara untuk sementara waktu. Tapi kalau saya harus patah kaki karena timnas, saya masih siap,” kata eks pemain Real Madrid itu.
“Ini adalah laga penting, dan saya dipaksa untuk bermain. Saya bermain dengan kemampuan terbaik saya, mencoba sampai saya tidak bisa melanjutkan. Untungnya, saya bisa meninggalkan jejak saya dengan gol,” tutup legenda Manchester United tersebut.
(yus)