MBG Tetap Jalan Saat Ramadhan, Ini Penjelasan Ketua BGN
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional ( Bgn) memastikan program Makan Bergizi Gratis ( Mbg) tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan skema distribusi yang disesuaikan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan pihaknya telah menerbitkan edaran dan melakukan sosialisasi kepada seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi agar pelaksanaan MBG menyesuaikan kebutuhan penerima manfaat, kearifan lokal, serta aturan yang berlaku di daerah masing-masing.
BGN menyiapkan empat skema penyaluran Mbg selama ramadan. Untuk sekolah dengan mayoritas siswa berpuasa, makanan akan dibagikan dalam bentuk menu kering tahan lama seperti telur rebus atau pindang, abon, kurma, susu, buah, serta pangan lokal yang dapat dibawa pulang sebagai takjil berbuka.
Sementara sekolah dengan mayoritas siswa tidak berpuasa tetap menerima layanan MBG secara normal dengan makanan segar.
Penyaluran bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga berlangsung normal karena termasuk kelompok rentan yang kebutuhan gizinya tidak boleh terputus.
Adapun di lingkungan pesantren, jadwal distribusi digeser ke sore hari dan makanan disajikan menjelang waktu berbuka.
BGN menegaskan tidak ada perubahan pada standar angka kecukupan gizi. Setiap menu tetap dirancang oleh ahli gizi untuk memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan kalori harian penerima manfaat.
Untuk menjaga kualitas makanan yang harus bertahan hingga waktu berbuka, BGN memilih menu yang telah diuji mampu bertahan hingga 12 jam sejak disiapkan di pagi hari.
Evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya mendorong keterlibatan lebih besar pelaku usaha lokal dan UMKM dalam penyediaan menu MBG.
BGN juga menyiapkan paket bundling untuk beberapa hari menjelang libur Idulfitri agar kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi saat kegiatan sekolah libur.
Terkait masyarakat yang mudik, BGN menyatakan layanan masih berbasis kehadiran di lokasi satuan pelayanan gizi masing-masing dan belum dialihkan ke daerah tujuan mudik.
Ke depan, BGN berencana mengembangkan sistem distribusi yang lebih fleksibel serta inovasi teknologi pangan, termasuk pengembangan metode freeze-drying untuk meningkatkan ketahanan makanan pada periode Ramadan maupun libur panjang.