- PSSI
Reaksi Media Vietnam usai Erick Thohir Bantah Tuduhan Indonesia Ikut Campur dalam Skandal 7 Pemain Naturalisasi Malaysia
Jakarta, tvOnenews.com - Media Vietnam tiba-tiba menyoroti pernyataan Erick Thohir. Khususnya soal bantahan sang Ketua Umum PSSI terkait tuduhan skandal 7 pemain naturalisasi Malaysia.
FIFA telah resmi menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Selain itu, induk sepak bola dunia tersebut juga menghukum tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.
- Instagram resmi FAM
Dalam pengumuman resminya, FIFA menyatakan bahwa FAM telah melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) terkait pemalsuan dokumen. Akibatnya, FAM didenda CHF 350.000.
Sedangkan masing-masing pemain naturalisasi Malaysia didenda CHF 2.000. Selain itu, ketujuh pemain naturalisasi tersebut juga dilarang bermain di kompetisi apa pun selama satu tahun.
Daftar tujuh pemain yang dilarang tersebut antara lain yakni Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel, Imanol Machuca, Gabriel Palmero, Facundo Garces dan Rodrigo Holgado.
FAM dan ketujuh penggawa Malaysia itu dianggap telah memalsukan dokumen dalam pertandingan melawan Vietnam di Kualifikasi Piala Asia 2027. Mereka pun kena getahnya.
Tak lama setelah FIFA mengumumkan hukuman tersebut, sejumlah pihak di Malaysia menuding Indonesia ikut campur dalam keputusan organisasi sepak bola dunia itu.
Baru-baru ini, Erick Thohir membantah tuduhan bahwa Indonesia ikut campur dalam sanksi FIFA terhadap FAM dan 7 pemain naturalisasi Harimau Malaya. Ia menegaskan Indonesia tidak terlibat.
- tvOnenews.com/Maulana Yusuf
"Kami tidak mencampuri atau mencampuri urusan negara lain," tegas Erick Thohir di Jakarta, Senin (29/9/2025).
Rupanya, pernyataan Erick Thohir langsung disoroti oleh salah satu media Vietnam, The Thao 247. Dalam artikelnya, media Vietnam itu mengulas bantahan tegas dari sang Ketum PSSI.
“Indonesia angkat bicara soal rumor 'kecam' Malaysia ke FIFA,” bunyi The Thao 247 dalam artikelnya.
“Presiden Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI), Bapak Erick Thohir, membantah tuduhan bahwa Indonesia ikut campur dalam sanksi FIFA terhadap Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM),” tambah media Vietnam itu.
Terlepas dari tuduhan itu, Erick Thohir menekankan dukungannya kepada negara-negara Asia Tenggara dalam upaya mereka meningkatkan kualitas olahraga.
"Kita, dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, atau saya sendiri, tentu harus menghormati semua negara Asia Tenggara jika mereka ingin mengembangkan olahraga. Kita harus menghormati mereka," jelas pria yang juga menjabat sebagai Menpora itu.
Eks Presiden Inter Milan itu juga mengungkapkan keinginannya untuk memajukan olahraga Indonesia di mata dunia tanpa mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
"Kita tidak ikut campur dalam politik atau kebijakan masing-masing negara, tapi maaf kalau di Indonesia, kita ingin olahraga maju,” harap Erick Thohir.
“Jika kita ingin sepak bola atau bulu tangkis, pencak silat kelas dunia, atau olahraga secara umum berkembang lebih baik, kita harus melakukannya. Tapi kita tidak ikut campur dalam urusan negara lain,” tandasnya.
(yus)