news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Sumber :
  • FA Malaysia

PSSI-nya Malaysia Langsung Dihukum AFC usai Disekakmat FIFA soal Bukti Palsu 7 Pemain Naturalisasi

FIFA telah membeberkan bukti palsu soal 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Tak lama setelah itu, muncul kabar AFC menghukum Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Selasa, 7 Oktober 2025 - 15:06 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - FIFA telah membeberkan bukti palsu soal 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Tak lama setelah itu, muncul kabar AFC menghukum Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Pada Senin (6/10/2025), FIFA mengungkap penjelasan lengkap atas keputusan pemberian sanksi kepada FAM dan 7 pemain naturalisasi Harimau Malaya. Hal itu diumumkan setelah penyelidikan.

Logo FIFA
Sumber :
  • FIFA.com

 

Dalam laporan resminya, FIFA menemukan bukti pemalsuan dan pengubahan dokumen resmi soal tujuh pemain. Hal itu diketahui setelah beberapa dokumen pendukung yang diserahkan oleh FAM.

Pemalsuan itu termasuk akta kelahiran kakek-nenek para pemain. Di mana, FAM menampilkan informasi yang tidak sesuai dengan catatan asli di negara tempat kelahiran sebenarnya.

Dokumen asli menunjukkan bahwa individu yang disebut sebagai kakek-nenek dari 7 pemain tersebut tidak lahir di Malaysia. Sebagaimana dinyatakan dalam versi yang diserahkan kepada FIFA.

Para pemain naturalisasi Timnas Malaysia
Sumber :
  • FAM

 

Dalam Lampiran 13 laporan, FIFA menunjukkan bahwa nenek Gabriel Arrocha lahir di Santa Cruz de la Palma, Spanyol, dan kakek Facundo Garces berasal dari Santa Fe de la Cruz, Argentina.

Lalu kakek Rodrigo Holgado dilahirkan di Buenos Aires, sementara nenek Imanol Javier Machuca dari Roldan. Bagi João Vitor Brandão Figueiredo, kakeknya berasal dari Abre Campo, Brasil.

Sementara itu, kakek Jon Irazábal diketahui lahir di provinsi Vizcaya, Spanyol. Dalam kasus Hector Alejandro Hevel Serrano, kakeknya lahir di Den Haag, Belanda.

FIFA juga menjelaskan bahwa semua dokumen asli telah diperiksa ulang di negara-negara terkait. Di mana, tidak ada bukti kredibel yang menunjukkan hubungan langsung para pemain dengan Malaysia.

Di sisi lain, FAM dan para pemain yang bersangkutan tetap menjelaskan bahwa semua dokumen diperoleh secara legal melalui jalur resmi. Namun, pernyataan itu telah dibantah oleh FIFA.

FIFA pun menjatuhkan denda sebesar CHF350.000 kepada FAM. Sementara ketujuh pemain tersebut masing-masing didenda CHF2.000 dan dilarang bermain di ajang apa pun selama 12 bulan.

Menyusul bukti dari FIFA di atas, FAM diberi waktu 30 hari untuk menyelesaikan denda. Mereka juga diberi tiga hari untuk mengajukan pemberitahuan banding kepada Komite Banding FIFA.

Keputusan ini secara tidak langsung menjawab pertanyaan banyak suporter yang sebelumnya bertanya-tanya tentang alasan sebenarnya dijatuhkannya sanksi disiplin tersebut.

Di tengah FIFA mempublikasikan bukti soal pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi Malaysia di atas, FAM juga mendapatkan sanksi dari AFC. Namun, sanksi itu bukan karena perkara yang sama.

Menurut laporan Soha Vn, AFC mengumumkan hukuman bagi PSSI-nya Malaysia itu berupa denda 1.000 dolar AS atau sekitar Rp16,5 juta. Kasus itu terjadi di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.

Timnas Malaysia U-23 dianggap memulai babak kedua terlambat 1 menit 32 detik. Tepatnya saat melawan Mongolia. Selain Malaysia, Mongolia juga harus membayar denda serupa.

Masih di ajang yang sama, Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) juga didenda berat hingga 33.000 dolar AS. Pasalnya, mereka melakukan persiapan yang tidak memadai.

Khususnya, sebagai tuan rumah pertandingan antara U-23 Malaysia dan U-23 Lebanon, panitia penyelenggara Thailand melakukan kesalahan-kesalahan.

Salah satunya, gagal menyiapkan 2 ambulans 90 menit sebelum pertandingan. Gagal menyiapkan/melengkapi ruang medis tepat waktu untuk hari pertandingan.

Kemudian Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) dan Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) juga menerima sanksi dari AFC.

VFF dan PSSI dianggap terlambat dalam pendaftaran untuk turnamen persahabatan pada tahun 2025. Denda yang dijatuhkan sama, keduanya didenda sebesar 1.250 dolar AS.

(yus)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral