AFC menjatuhkan sanksi tegas kepada Timnas Malaysia berupa kekalahan 0-3 dalam dua pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027. Hukuman tersebut membuat Malaysia -
Asian Football Confederation (AFC) resmi menjatuhi hukuman berat kepada Timnas Malaysia usai terbukti melakukan pelanggaran dalam Kualifikasi Piala Asia 2027.
Media Malaysia memberikan reaksi pahit setelah Harimau Malaya resmi dihukum walk out (WO) oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Mereka menyadari bahwa kelolosan ke Piala Asia 2027 tidak lagi memungkinkan.
Timnas Malaysia resmi dihukum walk out (WO) oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Mereka dihukum imbas dari memainkan para pemain naturalisasi ilegal.
Sepak bola Malaysia kembali diterpa kabar buruk setelah keputusan dari Court of Arbitration for Sport (CAS) mempertegas sanksi terhadap tujuh pemain yang terlibat dalam kasus naturalisasi ilegal.
CAS menguatkan hukuman skors 12 bulan bagi tujuh pemain dalam kasus dokumen naturalisasi Malaysia. FAM juga tetap wajib membayar denda sekitar Rp6,2 miliar.
Sidang perdana yang melibatkan tujuh pemain timnas Malaysia resmi dimulai pada 23 Februari di Court of Arbitration for Sport (CAS) yang bermarkas di Lausanne ..
CAS akan menggelar sidang untuk kasus dugaan pemalsuan administrasi tujuh pemain Timnas Malaysia yang diduga ilegal dengan Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel pada Kamis (26/2/2026).ÂÂ
Erick Thohir membantah tuduhan media Malaysia soal laporan ke FIFA yang memicu sanksi. Ia menegaskan hubungan Asia Tenggara harus dijaga demi kemajuan sepak bola bersama.
Nilai pasar tujuh pemain naturalisasi timnas Malaysia melonjak tajam setelah Court of Arbitration for Sport (CAS) memutuskan menangguhkan sementara sanksi 12 bulan yang sebelumnya dijatuhkan FIFA.
SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.