- Sassuolo
Media Italia Sentil Jay Idzes Usai Blunder Sassuolo Kontra Juventus: Dia Menodai Penampilan yang Cukup Baika
Peran Penting Jay Idzes di Sassuolo Musim Ini
Terlepas dari kekalahan melawan Juventus, peran Jay Idzes di Sassuolo musim ini tetap krusial. Sebagai tim promosi Serie A, Sassuolo tampil cukup menjanjikan dan kini berada di posisi ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin.
Di bawah arahan pelatih Fabio Grosso, Sassuolo dihuni banyak pemain muda potensial, dan Jay menjadi salah satu pilar utamanya.
Didatangkan dari Venezia pada awal musim, Jay Idzes langsung mengunci tempat di starting eleven. Ia tak pernah absen dalam 18 pertandingan beruntun dan telah mencatatkan total 1.619 menit bermain hingga pekan ke-19 Serie A 2025/2026.
Rata-rata rating penampilannya berada di angka 6,72, menandakan konsistensi di level tertinggi kompetisi Italia.
Duetnya bersama Tarik Muharemovic sempat menjadi tembok kokoh di jantung pertahanan I Neroverdi. Performa stabil tersebut bahkan membuat Jay mulai dilirik klub-klub besar.
AC Milan sempat dikabarkan memantau situasinya, sementara Sassuolo disebut siap melepas duet Jay–Tarik dengan harga sekitar 40 juta euro, melonjak jauh dari biaya awal perekrutan yang hanya berkisar 10–11 juta euro.
Sassuolo sebagai Pabrik Talenta dan Pandangan Jay Idzes
Sassuolo dikenal sebagai klub yang memberi ruang besar bagi pemain muda untuk berkembang. Selain Jay Idzes dan Tarik Muharemovic, nama-nama seperti Aster Vranckx, Cristian Volpato, dan Ismael Kone juga tampil menjanjikan musim ini.
Penggiat sepak bola Indonesia, Hanif Thamrin, sempat berbincang dengan Jay Idzes usai laga kontra Juventus. Dalam konten yang diunggah di Instagram, Jay menjelaskan mengapa Sassuolo menjadi tempat ideal bagi pemain berkembang.
“Pertama-tama saya pikir mereka memiliki direktur sepak bola, banyak orang hebat di klub tahu apa yang mereka lakukan. Mereka tahu pemain mana yang akan diambil dan bagaimana menarik mereka,” ujar Jay Idzes.
Ia juga menegaskan bahwa Sassuolo memperlakukan pemain dengan sangat profesional. “Sassuolo bermain di level tertinggi, kami punya fasilitas yang sangat baik, pemain muda yang berkesempatan bermain, tidak selalu seperti itu terutama di Italia,” katanya.