- Instagram Timnas Malaysia
Risiko Besar! Kemenangan Malaysia Bisa Dibatalkan Jika Pakai 7 Pemain Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Pakar sepak bola Malaysia, Zakaria Rahim, memperingatkan potensi bahaya besar bagi sepak bola Malaysia jika federasi tetap memaksakan penggunaan tujuh pemain naturalisasi yang baru-baru ini kembali berstatus aktif.
Berbicara kepada Bharian, Zakaria menegaskan bahwa status hukum tujuh pemain tersebut masih belum sepenuhnya aman. Ia menilai penggunaan mereka berisiko tinggi dan dapat menjadi bumerang jika putusan akhir Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tidak berpihak kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
“Penangguhan hukuman bukan berarti vonis telah sepenuhnya dibatalkan. Jika pemain turun ke lapangan sambil menunggu putusan akhir CAS dan tim tersebut memenangkan pertandingan, risikonya hasil itu bisa dibatalkan dan kemenangan diberikan kepada lawan, seperti yang terjadi pada tiga pertandingan sebelumnya,” ujar Zakaria.
Ia kemudian memberikan perumpamaan untuk menjelaskan situasi tersebut.
“Ini seperti seseorang yang telah divonis bersalah, tetapi hukumannya ditangguhkan sementara sambil menunggu keputusan Pengadilan Banding. Jika mereka diskors dari pekerjaan, mereka tetap tidak bisa masuk kantor. Paspor mereka juga tidak akan dikembalikan jika masih ditahan pengadilan; mereka hanya tidak perlu masuk penjara,” jelasnya.
Selain persoalan hukum, Zakaria juga menyoroti kondisi fisik dan ritme pertandingan para pemain tersebut. Menurutnya, para pemain yang lama absen akibat skorsing akan kesulitan kembali ke performa terbaik.
“Mereka sudah lama tidak berada dalam aktivitas sepak bola kompetitif. Situasinya mirip pemain yang baru pulih dari cedera jangka panjang dan membutuhkan waktu lama untuk kembali ke level tertinggi,” katanya.
Zakaria menilai, mengizinkan ketujuh pemain tersebut kembali membela Malaysia merupakan langkah yang sangat berisiko, meskipun secara teknis mereka berpotensi membantu tim meraih hasil positif.
“Mengizinkan ketujuh pemain itu kembali ke Malaysia adalah tindakan yang sangat berisiko dan sebaiknya dihindari, walaupun mereka mungkin bisa membantu mengamankan kemenangan melawan Vietnam,” ujarnya.
Kontroversi ini bermula setelah FAM mengumumkan bahwa CAS menyetujui permohonan penangguhan sementara hukuman yang diajukan tujuh pemain, yakni Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Dengan keputusan tersebut, hukuman skorsing 12 bulan yang sebelumnya dijatuhkan FIFA kepada para pemain tersebut ditangguhkan sementara. Mereka diizinkan melanjutkan karier dan terlibat dalam aktivitas sepak bola hingga CAS mengeluarkan putusan akhir atas banding mereka.
Namun, Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor Paul John menegaskan bahwa meskipun CAS memberikan penangguhan sementara, status mereka untuk membela Malaysia di pertandingan internasional masih menunggu kejelasan lebih lanjut.
Menurutnya, AFC masih harus menerima rincian lengkap dari FIFA sebelum memastikan apakah para pemain tersebut dapat diturunkan dalam laga resmi.
Sementara itu, Timnas Malaysia dijadwalkan menghadapi Vietnam dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2027 di Thien Truong Sports Center, Nam Dinh, pada 31 Maret mendatang, laga yang kini dibayangi potensi polemik hukum dan regulasi.