news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Waduh, Ole Romeny Dicuekin di Oxford United: Nasib Ole Romeny di Tangan John Herdman pada FIFA Series 2026?.
Sumber :
  • instagram Ole Romeny

Waduh, Ole Romeny Dicuekin di Oxford United: Nasib Ole Romeny di Tangan John Herdman pada FIFA Series 2026?

Debut John Herdman akan menjadi indikator awal bagaimana ia memaksimalkan potensi pemain Timnas Indonesia. Keputusan mempertahankan Ole Romeny sebagai ujung tombak garuda
Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:20 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Apakah Ole Romeny masih menjadi pilihan paling ideal bagi John Herdman untuk mengisi posisi ujung tombak Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Pertanyaan ini mulai ramai diperbincangkan jelang turnamen yang akan segera digelar. Pasalnya, ajang FIFA Series 2026 bukan sekadar laga uji coba biasa, melainkan momentum penting bagi Herdman untuk memulai era barunya bersama skuad Garuda.

FIFA Series 2026 akan menjadi panggung debut Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia. Publik tentu menantikan arah permainan, pendekatan taktik, hingga pilihan pemain yang bakal ia turunkan. 

Di tengah minimnya opsi striker murni yang benar-benar konsisten, nama Ole Romeny kembali mengemuka sebagai kandidat terdepan untuk memimpin lini serang Merah Putih.

Ole Romeny Masih Jadi Opsi Terdepan

Penyerang berusia 25 tahun itu diyakini tetap menjadi alternatif paling realistis untuk mengisi posisi nomor sembilan. 

Pandangan tersebut juga disampaikan pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan atau Bung Ropan. Menurutnya, dalam situasi saat ini, Romeny masih menjadi pilihan utama meski bukan tipikal striker murni.

Waduh, Ole Romeny Dicuekin di Oxford United Nasib Ole Romeny di Tangan John Herdman pada FIFA Series 2026
Sumber :
  • instagram Ole Romeny

Secara karakter, Romeny lebih dikenal sebagai pemain dengan kecenderungan bermain di belakang penyerang atau beroperasi sebagai nomor 10. 

Namun, keterbatasan stok penyerang membuatnya menjadi sosok paling siap pakai menjelang FIFA Series 2026. 

Apalagi, laga terdekat Timnas Indonesia akan menghadapi St Kitts and Nevis, yang bisa menjadi ajang pembuktian awal John Herdman.

Bung Ropan menilai, terlepas dari menit bermain Romeny yang belum stabil di level klub, kontribusinya saat berseragam Garuda tetap tergolong menjanjikan. 

Dalam konteks jangka pendek, Herdman dinilai tidak memiliki banyak opsi yang lebih matang dibanding Romeny untuk langsung masuk starting eleven.

Skema 3-4-3 dan Tantangan Debut Herdman

Dalam laga perdananya, Herdman diprediksi akan menggunakan formasi 3-4-3. Skema ini bukan hal asing bagi para pemain Timnas Indonesia karena sempat diterapkan di era sebelumnya. 

Dengan pola tersebut, adaptasi taktik dinilai tidak akan terlalu rumit.

Jika 3-4-3 benar-benar menjadi pilihan, maka Romeny kemungkinan diplot sebagai penyerang tengah yang ditopang dua pemain sayap agresif.

Nama Milliano Jonathans disebut-sebut cocok mengisi sisi kanan, sementara Ricky Kambuaya berpotensi beroperasi dari kiri. Kombinasi ini diharapkan mampu memberi suplai bola sekaligus membuka ruang bagi Romeny.

John Herdman jelang debut bersama Timnas Indonesia
Sumber :
  • instagram timnas indonesia

Meski demikian, pekerjaan rumah Herdman tidak ringan. Ia harus menemukan keseimbangan antara efektivitas serangan dan fleksibilitas permainan. 

Sebab, Romeny bukan striker target man klasik yang hanya menunggu bola di kotak penalti. Ia lebih efektif ketika bergerak dinamis, turun menjemput bola, dan terlibat dalam proses build-up.

Debut Herdman akan menjadi indikator awal bagaimana ia memaksimalkan potensi pemain yang ada. Keputusan mempertahankan Romeny sebagai ujung tombak bisa menjadi sinyal bahwa pelatih asal Kanada tersebut memilih stabilitas dibanding eksperimen.

Persaingan di Klub dan Masa Depan Romeny

Di level klub, situasi Romeny bersama Oxford United memang belum sepenuhnya ideal. Sejak bergabung pada Januari 2025, ia lebih sering berstatus pemain rotasi. 

Musim ini, ia mencatatkan belasan penampilan di berbagai ajang, tetapi hanya beberapa kali dipercaya sebagai starter.

Persaingan di lini depan Oxford United terbilang ketat. Sejumlah nama seperti Mark Harris, Nik Prelec, hingga Will Lankshear menjadi opsi utama pelatih. 

Bahkan, dalam beberapa pernyataan terbaru, pelatih Matt Bloomfield tidak secara eksplisit menyebut Romeny ketika membahas komposisi penyerang timnya. Hal ini memunculkan spekulasi mengenai posisinya di skuad utama.

Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri. Minimnya menit bermain bisa berdampak pada ritme dan ketajaman. 

Namun, di sisi lain, panggilan Timnas Indonesia justru dapat menjadi panggung pembuktian bagi Romeny untuk menunjukkan kualitasnya.

Jika situasinya di klub tak mengalami perubahan signifikan, bukan tak mungkin Romeny akan mempertimbangkan opsi lain pada bursa transfer mendatang. 

Bahkan, peluang kembali ke kompetisi Asia atau Liga Indonesia bisa saja terbuka, mengikuti jejak beberapa pemain naturalisasi lainnya.

Untuk saat ini, menjelang FIFA Series 2026, Ole Romeny masih menjadi kartu terbaik yang dimiliki Herdman di lini depan. 

Debut sang pelatih akan sangat ditentukan oleh efektivitas striker andalannya. Pertanyaannya kini: mampukah Romeny menjawab kepercayaan tersebut dan mengukuhkan diri sebagai pilihan utama di era baru Timnas Indonesia? (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral