- instagram/Iran Football Federation
Presiden Federasi Buka Suara soal Status Timnas Iran Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Diminta Ambil Tindakan
Jakarta, tvOnenews.com - Ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah merembet hingga ke ranah olahraga internasional. Timnas Iran disebut-sebut berada dalam posisi sulit terkait peluang tampil di Piala Dunia 2026.
Isu ini mencuat setelah situasi keamanan di Iran memanas akibat serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa persiapan menuju turnamen akbar dunia tersebut bisa terganggu serius.
Presiden federasi sepak bola Iran, Mehdi Taj, menyebut ada potensi Iran tak bisa ambil bagian dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, tersebut. Pernyataan itu langsung menjadi sorotan karena menyangkut keikutsertaan Team Melli di panggung sepak bola dunia.
Ketidakpastian situasi dalam negeri membuat federasi kesulitan menyusun agenda jangka panjang. Stabilitas nasional dinilai menjadi faktor utama yang harus diprioritaskan sebelum berbicara soal turnamen internasional.
Setelah adanya serangan AS dan Israel di wilayah Iran, yang dibalas dengan serangan ke pangkalan militer AS di Timur Tengah dan Israel, Sabtu (28/2), situasi jadi tak menentu. Eskalasi yang terus berkembang membuat berbagai sektor berada dalam status siaga.
Dampaknya pun terasa hingga ke kompetisi domestik. Liga sepak bola Iran dikabarkan telah ditunda sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Perang yang berkecamuk menjadi penentu liga akan lanjut atau dihentikan.
Penundaan tersebut tentu memengaruhi kondisi fisik dan mental para pemain. Tanpa kompetisi reguler, ritme pertandingan akan sulit dijaga dalam jangka panjang.
Mehdi Taj pun tak menutupi kegelisahan yang tengah dirasakan federasi. Ia mengakui bahwa situasi terkini membuat peluang tampil di Piala Dunia menjadi tanda tanya besar.
"Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan oleh Amerika Serikat, sepertinya kita tidak bisa menaruh harapan pada Piala Dunia," kata Taj dilansir dari Marca, Minggu (1/3/2026).
Walau demikian, ia menegaskan bahwa keputusan final berada di tangan otoritas tertinggi sepak bola dunia. Federasi Iran hanya bisa menunggu dan mengikuti arahan yang akan ditetapkan.
"Akan tetapi para pemimpin olahraga [FIFA] yang harus memutuskan hal itu," kata Taj.