Lawan Timnas Indonesia Mandul, Messi-nya Australia Kini Bungkam Turki Lewat Gol Kilat 17 Detik
- REUTERS/Lee Smith
tvOnenews.com – Start sempurna berhasil ditorehkan oleh Timnas Australia dalam mengawali kampanye mereka di babak penyisihan Grup D Piala Dunia 2026. Striker mereka Nestory Irankunda padahal sempat mandul saat lawan Timnas Indonesia.
Menghadapi tim tangguh Turki, Socceroos sukses mengamankan kemenangan krusial dengan skor akhir 2-0 pada laga sengit yang digelar di Stadion BC Place, Vancouver, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat atau Minggu siang WIB.
Aktor utama di balik keunggulan kilat Australia tidak lain adalah pemain muda berbakat yang kerap dijuluki sebagai "Lionel Messi-nya Australia" Nestory Irankunda.
- REUTERS
Pemain beralias mentereng tersebut sukses menewaskan skema pertahanan Turki melalui sebuah skenario serangan balik mematikan yang hanya memakan waktu 17 detik.
Kemenangan ini sekaligus membuat Australia dan Turki terus berupaya menempel ketat posisi sang tuan rumah, Amerika Serikat (AS), yang sudah lebih dulu menebar kengerian di laga pembuka Grup D dengan menggilas Paraguay lewat skor telak 4-1 sehari sebelumnya.
Di atas lapangan, Timnas Turki yang mengandalkan sederet eksekutor tembakan jarak jauh jagoan sebenarnya mampu mendominasi penguasaan bola atas Australia.
Namun, absennya sosok penyerang tengah mumpuni di lini depan membuat gelombang serangan anak asuh Vincenzo Montella banyak yang terbuang mubazir.
Sebaliknya, armada Australia di bawah arahan Tony Popovic justru bermain teramat efisien, disiplin, dan klinis.
Sederet ancaman yang dilancarkan oleh Hakan Calhanoglu dan kolega berulang kali gagal menemui sasaran sepanjang 25 menit babak pertama dimulai.
Peluang emas pertama di laga ini baru lahir pada menit ke-27 melalui kaki bintang muda Real Madrid, Arda Guler yang melepaskan tendangan voli first-time usai menerima umpan silang akurat Baris Yilmaz.
Beruntung bagi Australia, bola sepakan sang playmaker masih mengarah tepat ke pelukan kiper Patrick Beach.
Ironis bagi kubu Turki, hanya berselang 17 detik setelah peluang Arda Guler tersebut, situasi di lapangan langsung berbalik 180 derajat.
Lewat skema serangan balik kilat, skuad Australia hanya membutuhkan total empat sentuhan instan dari wilayah pertahanan sendiri untuk mengoyak jala gawang musuh.
Load more