- AFC
Donald Trump Tidak Peduli Ada Iran di Piala Dunia
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait kemungkinan keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026. Ia secara tegas menyatakan tidak terlalu peduli apakah tim nasional Iran benar-benar akan tampil di turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi bersejarah karena digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada musim panas mendatang dengan puluhan negara dari berbagai benua bersaing memperebutkan trofi juara dunia.
Dalam jadwal awal, Iran direncanakan memulai perjalanan mereka di Grup G pada bulan Juni dengan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles. Namun, situasi geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat membuat masa depan keikutsertaan tim tersebut menjadi tanda tanya besar.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, bahkan secara terbuka menyampaikan keraguannya terkait kemungkinan Iran tampil di ajang tersebut. Ia menyebut konflik dan serangan militer yang terjadi membuat suasana nasional menjadi sangat sulit bagi tim untuk memikirkan turnamen sepak bola.
“Yang pasti adalah setelah serangan ini, kami tidak bisa diharapkan menatap Piala Dunia dengan penuh harapan,” kata Taj kepada portal olahraga Varzesh3 dikutip dari laman Gulf News, Rabu (4/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Iran memandang situasi ini sebagai persoalan serius yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Ketegangan antara kedua negara disebutnya akan membawa konsekuensi yang lebih luas.
“Rezim Amerika Serikat telah menyerang tanah air kami, dan ini adalah insiden yang tidak akan dibiarkan tanpa balasan,” lanjut Taj.
Komentar Taj tersebut kemudian mendapat tanggapan langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Saat ditanya mengenai kemungkinan Iran tetap tampil di Piala Dunia, Trump memberikan jawaban yang sangat singkat namun tajam.
“Saya benar-benar tidak peduli,” ujar Trump kepada Politico.
Ia bahkan menilai kondisi Iran saat ini sedang berada dalam situasi yang sulit. Menurut Trump, negara tersebut tidak memiliki banyak kekuatan untuk memengaruhi situasi global saat ini.
“Saya pikir Iran adalah negara yang mengalami kekalahan besar. Mereka sedang berada di ujung kekuatan mereka,” tambahnya.
Sebelumnya, Trump sempat menyatakan bahwa para pemain Iran, staf tim, dan anggota keluarga mereka akan mendapatkan pengecualian dari kebijakan larangan perjalanan Amerika Serikat agar bisa menghadiri Piala Dunia. Namun dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, kebijakan tersebut berpotensi berubah menjelang turnamen.
Situasi ini juga membuka kemungkinan skenario yang cukup sensitif di lapangan. Jika Iran dan Amerika Serikat sama-sama lolos dari fase grup dengan posisi tertentu, kedua tim berpeluang bertemu di babak gugur yang dijadwalkan berlangsung di Dallas.
Di tengah ketidakpastian nasib tim putra Iran, tim nasional wanita Iran justru menjadi sorotan dunia sepak bola. Pada pertandingan pembuka Piala Asia Wanita, para pemain Iran menunjukkan aksi simbolis saat lagu kebangsaan mereka diputar sebelum pertandingan melawan Korea Selatan.
Para pemain berdiri dalam formasi biasa namun tetap diam tanpa menyanyikan lagu kebangsaan. Mereka menatap lurus ke depan dengan ekspresi serius sementara sebagian penonton di stadion sempat mencemooh.
Pertandingan tersebut akhirnya dimenangkan Korea Selatan dengan skor 3-0. Meski demikian, setelah laga berakhir para penonton memberikan tepuk tangan kepada para pemain Iran sebagai bentuk penghargaan terhadap keberanian dan sikap mereka di tengah situasi politik yang kompleks.