News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat Sentil Pemerintah Tak Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Jelas Ini Langgar Hukum Internasional

Pengamat Geopolitik Timur Tengah Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman pertanyakan kenapa Pemerintah Indonesia tak mengecam serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran.
Kamis, 5 Maret 2026 - 13:25 WIB
Asap membumbung ke udara setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, Sabtu (28/2/2026).
Sumber :
  • ANTARA/Anadolu/py/am.

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat Geopolitik Timur Tengah Universitas Padjadjaran (Unpad), Dina Sulaeman pertanyakan kenapa Pemerintah Indonesia tak mengecam serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran.

Sebelumnya, Dina Sulaeman merespons keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk memediasi konflik antara Iran dan AS-Israel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Indonesia tidak memiliki daya tekan itu? Justru kita (Indonesia) malah bergabung dalam BoP (Board of Peace) yang dibentuk oleh Trump, dan semua aturannya itu ditetapkan oleh Trump," katanya dikutip dalam tayangan Catatan Demokrasi tvOne, Rabu (4/3/2026).

Pengamat Geopolitik Timur Tengah Universitas Padjadjaran (Unpad), Dina Sulaeman dalam acara Catatan Demokrasi tvOne
Pengamat Geopolitik Timur Tengah Universitas Padjadjaran (Unpad), Dina Sulaeman dalam acara Catatan Demokrasi tvOne
Sumber :
  • Tangkapan Layar tvOne

Bahkan di hari yang sama Indonesia juga menandatangani perjanjian dagang The Agreement on Reciprocal Trade (ART), dimana di dalamnya dinilai banyak ketidakadilan untuk Indonesia.

"Dalam posisi seperti ini, daya tekan apa yang kita punya terhadap Trump? Maka ketika Presiden menyatakan ingin memediasi itu sepertinya sulit diterima, kurang masuk akal, kurang rasional saya pikir," ungkapnya.

Namun, Dina mengatakan bukan berarti Indonesia tidak bisa berperan dalam konflik di Timur Tengah ini.

"Indonesia itu harus kembali mengingat lagi nilai-nilai kita yang ada di Undang-Undang Dasar. Nilai-nilai yang kita anut ini adalah soal perdamaian, soal melawan penjajahan," katanya.

"Justru ketika situasinya seperti ini yang perlu minimalnya ya kita mengecam. Kita tuh enggak mengecam loh, kita sama sekali tidak ada kecaman terhadap perilaku Amerika Serikat dan Israel," tegas Dina.

Bahkan menurutnya tidak ada pernyataan langsung dari Menteri Luar Negeri RI Sugiono, terkait serangan AS-Israel terhadap Iran adalah sebuah kesalahan.

"Padahal jelas ini pelanggaran hukum internasional, minimal itu dulu deh, sebelum bicara soal mediasi," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, negosiasi atau mediasi yang ingin ditawarkan Presiden Prabowo semakin tidak masuk akal, ketika jelas-jelas Iran menolak negosiasi, pasalnya pimpinan tertinggi mereka Ali Khamenei dan ratusan rakyat Iran dibunuh massal oleh AS-Israel.

"Bicara soal mediasi, padahal pihak Iran sudah "No, kita enggak mau mediasi", karena ini sudah garis merah yang dilanggar. Pimpinan tertingginya dibunuh dan banyak rakyat sipil terutama anak-anak kecil dibunuh," pungkasnya. (muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jeritan Orang Tua di Balik Penggerebekan Daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta: Tangan Anak Saya Diikat!

Jeritan Orang Tua di Balik Penggerebekan Daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta: Tangan Anak Saya Diikat!

Penggerebekan daycare Little Aresha yang dilakukan oleh aparat kepolisian mengungkap kondisi memprihatinkan sejumlah balita yang dititipkan dalam daycare tersebut. 
Kabar Gembira untuk John Herdman, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Pahlawan Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Kabar Gembira untuk John Herdman, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Pahlawan Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Kabar menarik datang yang bisa jadi angin segar bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Kenneth Taylor tampil krusial bersama Lazio di ajang Coppa Italia.
Pemprov DKI Hadirkan Layanan Pembayaran Pajak Daerah yang Kian Mudah Diakses

Pemprov DKI Hadirkan Layanan Pembayaran Pajak Daerah yang Kian Mudah Diakses

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan beragam channel pembayaran Pajak Daerah untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban perpajakan.
Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL

Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL

Praka Rico Pramudia menjadi personel TNI kedua yang gugur akibat serangan Israel terhadap posisi Pasukan Sementara PBB di Lebanon pada 29 Maret lalu.
Persib Harus Waspada! Borneo FC Punya 3 Senjata untuk Kejar Maung Bandung di Puncak Klasemen: Menang Malam Ini Langsung Sejajar

Persib Harus Waspada! Borneo FC Punya 3 Senjata untuk Kejar Maung Bandung di Puncak Klasemen: Menang Malam Ini Langsung Sejajar

Borneo FC memiliki tiga modal kuat untuk menyamai perolehan poin Persib di puncak klasemen Super League 2025/2026. Peluang itu bahkan bisa langsung terwujud.
Grand Final Proliga 2026: Asisten pelatih LavAni Sebut Anak Asuhnya Banyak Lakukan Kesalahan Meski Sukses Bungkam JBP

Grand Final Proliga 2026: Asisten pelatih LavAni Sebut Anak Asuhnya Banyak Lakukan Kesalahan Meski Sukses Bungkam JBP

LavAni berhasil meraih kemenangan penting pada laga perdana grand final Proliga 2026 menghadaoi Jakarta Bhayangkara Presisi.

Trending

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Selengkapnya

Viral