news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Timnas Malaysia.
Sumber :
  • Instagram Timnas Malaysia

Sempat Bela Malaysia, Sekjen AFC Justru Cuci Tangan Usai Hukuman WO Kualifikasi Piala Asia

Sanksi AFC yang diumumkan pada Selasa (16/3/2026), memutuskan Malaysia mendapatkan sanksi WO atas pertandingan melawan Vietnam dan Laos di Kualifikasi Piala Asia 2027.
Selasa, 17 Maret 2026 - 19:15 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Jenderal AFC Windsor John sempat memastikan Malaysia tetap bisa tampil di Kualifikasi Piala Asia edisi 2027 dan 2031 terlepas dari sanksi AFC. 

Namun sanksi AFC yang diumumkan pada Selasa (16/3/2026), memutuskan Malaysia mendapatkan sanksi WO atas pertandingan melawan Vietnam dan Laos di Kualifikasi Piala Asia 2027. 

Kini, Windsor John angkat suara atas sanksi tersebut. Dia justru mengalihkan topik dengan menegaskan ranah AFC hanya pada pertandingan di bawah naungan Konfederasi Sepak Bola Asia tersebut. 

 Ia menegaskan bahwa AFC bukan lembaga penegak hukum dan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penangkapan maupun pemanggilan pihak terkait.

“Kami bukan polisi di sini. Saya ingin menegaskan bahwa kami bukan aparat penegak hukum. Kami tidak punya kekuatan untuk menangkap atau memanggil siapa pun,” ujar Windsor John dikutip dari laman Harian Metro, Selasa (17/3/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan batas kewenangan AFC dalam menangani kasus yang tengah menjadi sorotan di tubuh FAM. Windsor menekankan bahwa AFC hanya berperan dalam aspek tata kelola dan regulasi, bukan investigasi kriminal.

Menurutnya, audit yang saat ini dilakukan oleh tim ahli AFC terhadap FAM bertujuan untuk mengevaluasi sistem manajemen dan menemukan kelemahan dalam organisasi, bukan untuk mencari atau menghukum pihak yang bersalah secara langsung.

“Kami tidak memiliki kuasa untuk menyelidiki atau memanggil seseorang untuk diperiksa. Jika ada pelanggaran oleh pejabat sepak bola, maka kasus tersebut akan dibawa ke Komite Disiplin yang akan menilai apakah ada pelanggaran aturan dan menentukan sanksi yang sesuai,” jelasnya.

Windsor juga menambahkan bahwa AFC hanya dapat menelaah dokumen, alur informasi, serta proses pengambilan keputusan sebagai bagian dari evaluasi tata kelola organisasi.

“Kami bukan seperti polisi yang bisa memanggil seseorang untuk diselidiki. Kami hanya melihat dokumen, aliran informasi, dan bagaimana keputusan dibuat, karena itu bagian dari pemerintah,” lanjutnya.

Ia berharap hasil audit nantinya bisa memberikan gambaran yang lebih jelas terkait permasalahan yang terjadi, sekaligus menjadi dasar perbaikan agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.

“Harapannya, di akhir laporan nanti kami memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai kelemahan yang terjadi dan apa yang harus diperbaiki supaya situasi seperti ini tidak terjadi lagi,” katanya.

Windsor juga mengakui bahwa FAM saat ini tengah menghadapi masa sulit. Namun ia menilai setiap krisis dapat menjadi peluang untuk memperkuat fondasi organisasi ke depannya.

“FAM sedang melalui periode yang menantang. Tetapi setiap krisis selalu membawa peluang untuk memperkuat organisasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa AFC tidak memiliki kewenangan dalam menentukan kepemimpinan di federasi nasional, termasuk soal posisi presiden FAM.

“Kami tidak di sini untuk menentukan siapa yang akan menjadi Presiden FAM. Itu adalah hak anggota asosiasi,” tegas Windsor.

Menurutnya, fokus utama AFC adalah memastikan struktur organisasi, regulasi, serta sistem operasional berjalan dengan baik agar federasi mampu menghadapi tantangan di masa depan.

“Tugas kami adalah memastikan fondasi organisasi, aturan, dan sistem operasional kuat sehingga FAM bisa menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya.

Windsor juga menambahkan bahwa dalam setiap proses audit, akan ditemukan berbagai aspek dengan kualitas berbeda, mulai dari yang sudah baik hingga yang masih perlu diperbaiki atau bahkan belum ada sama sekali.

“Dalam setiap audit, ada hal yang baik, sangat baik, kurang baik, atau bahkan belum ada. Jika belum ada, kami akan memberikan contoh. Jika sudah ada tapi bisa ditingkatkan, kami akan membantu memperbaikinya,” tutupnya.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:11
01:18
01:06
01:29
05:25
06:04

Viral