- Instagram - Malaysia NT
Malaysia Kena Sanksi Telak AFC, CEO Harimau Malaya Buka Suara soal Kekalahan 0-3 dari Nepal dan Vietnam
Jakarta, tvOnenews.com - Polemik besar tengah menyelimuti Timnas Malaysia setelah sanksi berat dijatuhkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). CEO Timnas Malaysia, Rob Friend, pun akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait situasi yang merugikan skuad Harimau Malaya tersebut.
Kasus ini mencuat setelah AFC memutuskan bahwa Malaysia harus menerima kekalahan 0-3 dalam dua pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027. Dua laga yang terdampak adalah saat menghadapi Nepal dan Vietnam, yang sebelumnya justru berakhir dengan kemenangan bagi Malaysia.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan, karena Malaysia dinilai melanggar aturan kompetisi. Harimau Malaya kedapatan memainkan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam dua pertandingan tersebut.
Akibatnya, hasil positif yang sempat dibanggakan kini harus terhapus begitu saja. Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi tim yang sedang berupaya menjaga konsistensi performa.
Menanggapi hal ini, Rob Friend menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati keputusan yang telah diambil oleh AFC. Meski demikian, ia juga membuka peluang adanya langkah lanjutan melalui jalur hukum.
"Kami memahami keputusan yang dikeluarkan oleh Komite Disiplin & Etika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait pengurangan poin tersebut," ujar Rob Friend dikutip dari akun Instagram resmi Timnas Malaysia, Kamis (19/3/2026).
"Kami menghormati proses peraturan kompetisi. Pada saat yang sama, hal ini sedang ditinjau melalui jalur hukum yang sesuai," tambahnya.
Di tengah situasi yang tidak menguntungkan, Friend memastikan bahwa fokus tim tidak akan goyah. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi pemain dan staf agar tetap siap menghadapi laga berikutnya.
"Selama periode ini, prioritas kami tetap jelas untuk mendukung para pemain dan staf, serta memastikan mereka berada dalam kondisi terbaik untuk mewakili Malaysia dengan profesionalisme, persatuan, dan kebanggaan," kata Rob Friend.
"Fokus kami sekarang sepenuhnya pada persiapan menghadapi pertandingan berikutnya melawan Vietnam, di mana tim akan tampil dengan kepercayaan diri, ketahanan, dan disiplin yang sama seperti yang telah ditunjukkan sepanjang tahun 2025," sambungnya.
Lebih lanjut, ia pun mengucapkan terima kasih terhadap para suporter Harimau Malaya yang senantiasa masih mendukung Malaysia meski dihantam sanksi AFC.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada para pendukung atas dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan kepada tim," ucapnya.
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah lebih dulu mengonfirmasi bahwa mereka menerima hasil sidang dari AFC. Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan Komite Disiplin & Etika yang digelar pada 17 Maret 2026.
Dalam sidang itu, Malaysia dinyatakan melanggar Pasal 56. Pelanggaran tersebut berkaitan dengan penggunaan pemain yang tidak sah dalam dua pertandingan resmi.
Padahal, jika melihat hasil di lapangan, Malaysia sempat tampil dominan saat menghadapi Nepal. Mereka berhasil mengamankan kemenangan 2-0 dalam laga yang berlangsung di Stadion Sultan Ibrahim pada 25 Maret 2025.
Performa gemilang juga diperlihatkan saat melawan Vietnam. Tim Harimau Malaya kala itu sukses menang telak 4-0 di Stadion Nasional Bukit Jalil pada 10 Juni 2025.
Namun, semua capaian tersebut kini tidak lagi berlaku. AFC memutuskan untuk membatalkan hasil pertandingan dan menggantinya dengan kekalahan 0-3 bagi Malaysia.
Dampak dari keputusan ini sangat besar terhadap posisi Malaysia di klasemen. Poin yang sebelumnya dikumpulkan harus dialihkan kepada Nepal dan Vietnam.
Kondisi tersebut membuat langkah Malaysia menuju Piala Asia 2027 terhenti. Harapan untuk lolos dari babak kualifikasi pun dipastikan sirna.
Tak hanya itu, FAM juga harus menerima sanksi tambahan berupa denda. Jumlah yang harus dibayarkan mencapai US$50.000 atau sekitar Rp849 juta.
Meski demikian, FAM belum mengambil keputusan final terkait langkah berikutnya. Mereka berencana meminta penjelasan resmi secara tertulis dari AFC sebelum menentukan sikap lebih lanjut. (igp/hfp)