news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Sumber :
  • Antara

Erick Thohir Pasang Target Tinggi! FIFA Series 2026 Jadi Penebusan Kegagalan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026?

Erick Thohir menekankan bahwa FIFA Series 2026 memiliki nilai strategis bagi Timnas Indonesia karena berstatus FIFA Grade A. Artinya, setiap hasil pertandingan akan berdampak langsung
Rabu, 25 Maret 2026 - 23:34 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa ajang FIFA Series 2026 bukan sekadar turnamen uji coba biasa. 

Kompetisi ini disebut sebagai momentum krusial bagi Timnas Indonesia untuk memperbaiki posisi di ranking dunia FIFA, sekaligus membangun kembali kepercayaan diri setelah hasil kurang memuaskan di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Situasi ini menjadi semakin menarik karena FIFA Series 2026 juga menandai debut pelatih anyar John Herdman. Eks pelatih Kanada itu dihadapkan pada tantangan besar: membawa perubahan instan pada performa skuad Garuda. 

Dengan tekanan dari publik serta target peningkatan ranking, ajang ini bisa menjadi titik balik atau justru ujian berat bagi era baru timnas Indonesia.

Momentum Bangkit di Ajang Resmi FIFA

Erick Thohir menekankan bahwa FIFA Series 2026 memiliki nilai strategis karena berstatus FIFA Grade A. Artinya, setiap hasil pertandingan akan berdampak langsung terhadap perolehan poin ranking dunia Indonesia yang saat ini masih berada di posisi ke-121.

“FIFA Series ini memberi tantangan yang benar-benar berbeda bagi Timnas Indonesia. Kita menghadapi tim dari kawasan Karibia dan Eropa dengan karakter permainan yang berbeda. Ini kesempatan besar bagi pemain dan juga publik untuk melihat standar sepak bola dunia,” ujar Erick melansir dari Antara.

Menurutnya, kesempatan ini harus dimaksimalkan, terutama karena Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno memberikan keuntungan dari sisi dukungan suporter, yang bisa menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal.

Lawan Berbeda, Ujian Nyata untuk Timnas

Dalam turnamen ini, Indonesia dijadwalkan menghadapi Timnas Saint Kitts and Nevis pada laga pembuka, dengan potensi bertemu Timnas Bulgaria di fase selanjutnya.

Dua lawan dari konfederasi berbeda ini dianggap sebagai ujian nyata bagi perkembangan tim.

Erick menilai, menghadapi tim dengan gaya bermain yang kontras merupakan bagian penting dari proses peningkatan kualitas. 

Tim dari Karibia dikenal mengandalkan fisik dan kecepatan, sementara tim Eropa lebih disiplin secara taktik.

“Ini kesempatan besar bagi pemain dan juga publik untuk melihat standar sepak bola dunia,” tegas Erick.

Ia juga menambahkan bahwa pertandingan seperti ini bisa menjadi tolok ukur objektif untuk menilai sejauh mana perkembangan skuad Garuda setelah berbagai perubahan, termasuk di sektor kepelatihan.

Misi Perbaikan Ranking dan Edukasi Publik

Lebih dari sekadar hasil pertandingan, Erick Thohir melihat FIFA Series sebagai sarana edukasi bagi publik sepak bola Indonesia. 

Ia ingin masyarakat memahami bahwa peningkatan ranking dunia tidak bisa instan, melainkan membutuhkan konsistensi menghadapi tim dari berbagai level dan konfederasi.

“Kita ingin publik melihat langsung bagaimana kualitas lawan dari berbagai belahan dunia. Ini penting agar kita semua memahami standar kompetisi global,” ujarnya.

Dengan pengalaman pahit di Kualifikasi Piala Dunia 2026, ajang ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan. 

Erick berharap Timnas Indonesia mampu memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki posisi di ranking FIFA sekaligus membangun fondasi kuat menuju kompetisi internasional berikutnya.

Kini, semua mata tertuju pada bagaimana John Herdman dan para pemain menjawab tantangan tersebut. FIFA Series 2026 bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang arah baru sepak bola Indonesia di panggung dunia. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:43
01:19
03:01
01:27
02:53
04:11

Viral