news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Usai Timnas Indonesia, Kini Suriname Gagal ke Piala Dunia 2026 Patrick Kluivert Masih Layak Jadi Pelatih Elite.
Sumber :
  • instagram patrick kluivert

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Usai Timnas Indonesia, Kini Suriname Gagal ke Piala Dunia 2026: Patrick Kluivert Masih Layak Jadi Pelatih Elite?

Dua kegagalan beruntun ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Patrick Kluivert memang belum siap membawa timnas (Indonesia dan Suriname) menuju Piala Dunia?
Jumat, 27 Maret 2026 - 18:02 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kegagalan kembali menghampiri Patrick Kluivert dalam perburuan tiket Piala Dunia 2026. Setelah sebelumnya tak mampu mengantar Timnas Indonesia melangkah lebih jauh, legenda Belanda itu kembali merasakan pahitnya kegagalan saat terlibat bersama timnas Suriname

Dua kegagalan beruntun ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Kluivert memang belum siap membawa tim menuju panggung terbesar sepak bola dunia?

Nama Kluivert sempat membawa harapan besar, baik saat menangani Indonesia maupun ketika dipercaya menjadi bagian dari proyek sepak bola Suriname. 

Namun, realita di lapangan berbicara lain. Setelah Indonesia tersingkir di putaran keempat kualifikasi, kini Suriname juga harus angkat koper usai kalah dramatis dari Bolivia di playoff interkontinental Piala Dunia 2026.

Gagal Lagi Bersama Suriname

Petualangan Kluivert bersama Suriname sebenarnya dimulai dengan penuh optimisme.

Setelah lima bulan tanpa pekerjaan usai berpisah dari Timnas Indonesia pada Oktober 2025, ia menerima peran sebagai penasihat timnas Suriname. 

Dalam tugas ini, ia didampingi legenda Belanda lainnya, Clarence Seedorf.

Namun, duet dua nama besar ini belum mampu memberikan hasil maksimal. Suriname harus tersingkir di semifinal playoff interkontinental setelah kalah 1-2 dari Bolivia di Stadion BBVA, Guadalupe, Jumat (27/3) pagi WIB.

Timnas Suriname di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sumber :
  • instagram.com/officialsvb/

Suriname sempat memberi kejutan lebih dulu. Pada menit ke-48, Liam van Gelderen sukses mencetak gol usai memanfaatkan bola liar di depan gawang.

Gol tersebut sempat membuka harapan besar bagi Suriname untuk melangkah ke final.

Namun, Bolivia menunjukkan mental kuat. Mereka bangkit dan mencetak dua gol dalam rentang tujuh menit. 

Gol pertama hadir melalui tembakan Moises Paniagua pada menit ke-72 yang bersarang di sudut kanan gawang yang dijaga Etienne Vaessen.

Selanjutnya, Bolivia berbalik unggul lewat penalti Miguel Terceros pada menit ke-79. Eksekusi tenangnya ke sisi kiri berhasil mengecoh Vaessen.

Meski Suriname mencoba mengejar ketertinggalan hingga injury time, tak ada gol tambahan tercipta. Skor 2-1 bertahan hingga akhir laga, memastikan langkah Suriname terhenti.

Rekam Jejak Kluivert Bersama Timnas Indonesia

Sebelum episode di Suriname, Kluivert lebih dulu mengalami kegagalan saat menangani Timnas Indonesia. 

Ia tak mampu menjaga asa skuad Garuda untuk lolos ke Piala Dunia 2026 setelah tumbang di putaran keempat kualifikasi.

Hasil tersebut membuat kerja sama antara Kluivert dan Indonesia berakhir pada Oktober 2025. 

Padahal, saat pertama kali datang, eks striker Barcelona itu digadang-gadang mampu mengangkat performa tim berkat pengalaman dan reputasinya di sepak bola Eropa.

Sayangnya, ekspektasi tinggi tersebut tidak sejalan dengan hasil di lapangan. Meski sempat menunjukkan beberapa peningkatan permainan, Indonesia tetap gagal melangkah ke fase berikutnya. 

Kegagalan ini menjadi catatan penting dalam karier kepelatihan Kluivert, terutama dalam menangani tim nasional.

Skuad Timnas Indonesia
Sumber :
  • instagram timnas indonesia

Belum Layak ke Piala Dunia?

Dua kegagalan beruntun bersama Indonesia dan Suriname tentu menjadi sorotan tajam. Banyak pihak mulai mempertanyakan kapasitas Kluivert sebagai pelatih atau bagian dari tim teknis dalam membawa tim menuju level tertinggi.

Meski memiliki nama besar sebagai pemain, dunia kepelatihan jelas membutuhkan pendekatan berbeda. 

Kluivert memang punya pengalaman, namun hasil yang belum maksimal menunjukkan bahwa ia masih perlu pembuktian lebih lanjut.

Di sisi lain, konteks juga perlu diperhatikan. Baik Indonesia maupun Suriname bukanlah tim unggulan dunia. 

Tantangan membangun tim kompetitif dari level tersebut tentu tidak mudah dan membutuhkan waktu serta sistem yang matang.

Namun, fakta tetap berbicara: dua kesempatan, dua kegagalan. Hal ini membuat publik bertanya, apakah Kluivert benar-benar sosok yang tepat untuk proyek besar seperti kualifikasi Piala Dunia?

Sementara itu, Bolivia yang mengalahkan Suriname akan melanjutkan perjuangan menghadapi Irak di final playoff interkontinental pada Rabu (1/4). 

Pemenang laga tersebut akan mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 dan bergabung di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia.

Bagi Kluivert, kegagalan ini bisa menjadi bahan evaluasi besar. Jika ingin kembali dipercaya di level internasional, ia harus mampu membuktikan bahwa dirinya tidak hanya legenda di masa lalu, tetapi juga pelatih yang mampu membawa tim meraih hasil nyata. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:43
01:51
03:52
00:58
02:11
02:23

Viral