- REUTERS/Isabel Infantes
Gegara Vinicius, FIFA Bikin 2 Aturan Baru soal Kartu Merah di Piala Dunia 2026
Jakarta, tvOnenews.com - FIFA dikabarkan berencana menerapkan dua aturan baru terkait kartu merah di Piala Dunia 2026. Salah regulasinya pun kabarnya berkaitan dengan penyerang Real Madrid, Vinicius Junior.
FIFA diketahui menambah jumlah peserta turnamen dari 32 menjadi 48 tim. Selain itu, Piala Dunia 2026 juga akan menjadi yang pertama digelar di tiga negara, yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
Namun, FIFA masih akan mengumumkan perubahan tambahan menjelang turnamen berlangsung. Menurut laporan The Times, Presiden FIFA, Gianni Infantino, akan mengumumkan dua pembaruan penting terkait kartu merah pada Kamis (30/4/2026) waktu setempat.
Perubahan pertama adalah FIFA akan memberikan kartu merah kepada pemain yang menutupi mulut saat berkonfrontasi dengan lawan di Piala Dunia. Aturan tersebut diyakini muncul setelah insiden yang melibatkan Vinicius dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Real Madrid dan Benfica sempat bersua di Liga Champions pada Februari 2026. Pada momen itu Vinicius menuduh mendapat pelecahan pelecehan rasial oleh Prestianni.
Prestianni pun sudah membantah keras tuduhan rasial yang dilontarkan VinÃcius. Hingga ini juga belum terbukti sang pemain melakukan aksi yang dituduhkan Vinicius.
Adapun perubahan aturan yang kedua adalah pemain akan langsung menerima kartu merah. Hukuman itu bakal diberikan apabila pemain meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.
Keputusan tersebut disebut terinspirasi dari kontroversi final Piala Afrika, ketika Senegal meninggalkan lapangan selama beberapa menit. Penyebab Senegal meninggalkan lapangan karena wasit memberikan penalti kontroversial kepada tuan rumah, Maroko, sebelum Senegal akhirnya memenangi pertandingan tersebut.
Sejak saat itu, Senegal kehilangan gelar juara setelah badan banding Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) memutuskan memberikan trofi kepada Maroko akibat tindakan tim Senegal. Namun, negara asal Afrika Sub-Sahara itu masih menggugat keputusan tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Aturan-aturan baru tersebut rencananya hanya akan diterapkan di Piala Dunia 2026, setidaknya pada tahap awal. Aturan itu juga harus mendapat persetujuan dari International Football Association Board (IFAB) agar bisa resmi masuk ke dalam Laws of the Game. (mir)