- REUTERS/Agustin Marcarian
FIFA Hukum Bintang Argentina, Dilarang Main di Piala Dunia 2026
Jakarta, tvOnenews.com - FIFA dikabarkan menghukum bintang Timnas Argentina, Gianluca Prestianni akibat insiden dengan winger Real Madrid, Vinicius. Prestianni pun dilarang tampil sebanyak dua pertandingan di Piala Dunia 2026.
Argentina menyongsong Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan. Tim Tango pun berpeluang menutup perjalanan internasional Lionel Messi dengan manis apabila kembali menjadi kampiun.
Di tengah hadirnya generasi muda berbakat Argentina, publik dipastikan tidak akan melihat aksi Prestianni karena larangan bermain dua pertandingan pertama di Piala Dunia 2026.
Prestianni sempat menjadi sorotan akibat terlibat insiden kontroversial saat membela Benfica menghadapi Real Madrid. Awalnya, dia dituduh melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius.
Namun, hasil penyelidikan mengungkap bahwa pemain muda Argentina itu melontarkan ujaran homofobik kepada Vinicius. Alhasil Prestianni mendapat sanksi lebih berat, yang semula dijatuhi hukuman larangan bermain satu pertandingan.
Kini sanksi yang diterima Prestianni diperberat menjadi larangan bermain di enam pertandingan. Awalnya hukuman itu diperkirakan hanya berlaku di level klub.
- REUTERS/Pedro Nunes
Akan tetapi, sejumlah pihak mendesak agar sanksi tersebut diterapkan secara global di seluruh level sepak bola. Menurut laporan jurnalis Sky Sports, Rob Harris, FIFA akhirnya resmi memperluas hukuman tersebut sehingga berlaku di semua kompetisi sepak bola.
Keputusan itu membuat Prestianni tidak hanya absen pada dua laga terakhir Benfica musim ini, tetapi juga tidak bisa dipilih untuk dua pertandingan awal Argentina di Piala Dunia 2026.
Situasi tersebut pun memunculkan keraguan terkait peluang Prestianni masuk skuad final Argentina untuk Piala Dunia 2026. Sebab, Prestianni bakal absen saat Argentina menghadapi Aljazair pada 17 Juni, dan Austria lima hari berselang.
Kasus yang terjadi antara Prestianni dan Vinicius membuat FIFA mengambil langkah preventif. FIFA menyetujui usulan IFAB untuk memberikan kartu merah kepada pemain yang menutupi mulut saat berkonfrontasi dengan lawan.
Meski keputusan akhir tetap berada di tangan wasit, para ofisial pertandingan diminta mempertimbangkan hukuman kartu merah bagi pemain yang melakukan tindakan tersebut selama Piala Dunia 2026.