- Reuters/Peter Cziborra
Trent Alexander-Arnold hingga Cole Palmer Tak Masuk Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Inggris membuat kejutan besar jelang Piala Dunia 2026 setelah pelatih Thomas Tuchel resmi mengumumkan daftar skuad Piala Dunia 2026.
Sejumlah nama besar justru tersingkir dari daftar, termasuk Trent Alexander-Arnold, Phil Foden, Cole Palmer hingga Harry Maguire justru tersingkir dari Timnas Inggris.
Keputusan Thomas Tuchel langsung memicu perdebatan besar di kalangan publik sepak bola Inggris. Pasalnya, beberapa pemain yang selama ini menjadi langganan skuad The Three Lions justru harus rela menonton Piala Dunia dari rumah.
Nama Alexander-Arnold menjadi salah satu yang paling disorot. Bek kanan yang kini memperkuat Real Madrid itu kehilangan tempat sejak era Tuchel dimulai.
Bahkan, pemain yang identik dengan assist dan umpan akurat tersebut sudah tidak tampil untuk Inggris sejak Juni tahun lalu.
Selain Trent, dua bintang muda Inggris yakni Foden dan Palmer juga harus menerima kenyataan pahit. Penampilan inkonsisten bersama klub masing-masing membuat keduanya kalah bersaing dengan pemain lain yang dianggap lebih siap secara performa dan chemistry.
Tidak hanya itu, Tuchel juga mencoret sejumlah nama lain seperti Luke Shaw, Levi Colwill, Fikayo Tomori, Adam Wharton hingga Jarrod Bowen.
Sebaliknya, beberapa nama justru sukses merebut perhatian Tuchel. John Stones, Dan Burn, Tino Livramento, Jarell Quansah, Jordan Henderson dan Noni Madueke justru masuk daftar final.
Di lini depan, Tuchel tetap menjadikan Harry Kane sebagai ujung tombak utama. Namun menariknya, ia juga membawa Ivan Toney dan Ollie Watkins sebagai alternatif.
Mantan bek Timnas Inggris, Phil Jagielka, menilai keputusan Tuchel menunjukkan bahwa pelatih asal Jerman itu benar-benar memilih pemain berdasarkan performa, bukan nama besar.
“Ini bukan musim yang bagus untuk Phil Foden maupun Cole Palmer. Di area serang, ada banyak pemain yang tampil lebih baik di level klub,” kata Jagielka kepada BBC dilansir dari laman Liverpool.
“Biasanya di Timnas Inggris pemain tetap dipilih karena nama besarnya, tetapi Thomas Tuchel ingin memilih berdasarkan performa dan chemistry tim, jadi saya tidak terkejut," lanjutnya.