- REUTERS/Eduardo Munoz
Dua Tim Pembunuh Raksasa Ini Siap Bangkitkan Sihir Masa Lalu demi Hancurkan Dominasi Kandidat Juara Piala Dunia 2026
Jakarta, tvOnenews.com – Gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada tinggal menghitung hari.
Di tengah persaingan sengit negara-negara besar, sorotan tertuju pada dua tim yang punya reputasi sebagai "pembunuh raksasa" (giant killer), yaitu Korea Selatan dan Maroko.
Kedua negara ini datang dengan modal memori indah masa lalu dan skuad yang siap meledak di fase grup masing-masing.
Dari zona Asia, pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo, secara terbuka ingin menyuntikkan mentalitas legendaris di Piala Dunia 2002 ke dalam skuadnya.
Bagi pencinta sepak bola, tahun tersebut adalah sejarah emas saat Taegeuk Warriors berhasil menembus semifinal Piala Dunia setelah mendepak tim super kuat seperti Italia dan Spanyol. Hong, yang kala itu berstatus sebagai pemain, paham betul bagaimana sepak bola bisa menyatukan sebuah bangsa setelah sempat terpuruk di era 90-an.
Meski membawa misi besar, seperti dikutip dari FIFA, pelatih berusia 57 tahun ini enggan membebani anak asuhnya. Ia ingin para pemainnya fokus menghadapi tantangan di Grup A bersama tuan rumah Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko dengan perasaan gembira tanpa stres berlebih.
Jika Korea Selatan membawa romansa Piala Dunia 2002, perwakilan Afrika, Maroko, membawa bekal mental juara yang masih sangat segar dari Piala Dunia 2022 di Qatar.
Sukses menjadi tim Afrika pertama yang menembus semifinal pada empat tahun lalu, The Atlas Lions kini menjelma menjadi kekuatan baru yang sangat disegani di dunia.
Lolos ke Piala Dunia 2026 secara dominan—termasuk kemenangan telak 5-0 atas Niger di kualifikasi—Maroko kini dihuni oleh generasi emas yang merumput di klub-klub elite Eropa.
Di bawah asuhan pelatih Mohamed Ouahbi, Maroko mengombinasikan pertahanan sekokoh tembok dengan transisi cepat yang mematikan. Kekuatan mereka tersebar merata berkat hadirnya pemain-pemain bintang seperti:
- Achraf Hakimi (Paris Saint-Germain) yang punya kecepatan kilat.
- Brahim Diaz, Sofyan Amrabat, dan kiper tangguh Yassine Bounou.
Langkah Maroko di Grup C memang tergolong berat karena mereka harus langsung baku hantam dengan sang raja sepak bola pemilik 5 trofi Piala Dunia, Brasil, serta Skotlandia dan Haiti.