- REUTERS/Daniel Cole
Kapten Iran Blak-blakan soal Piala Dunia 2026, Singgung Masalah Visa hingga Kritik AS Terkait Ketegangan Politik
Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi yang mengiringi penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Menurutnya, berbagai ketegangan yang terjadi menjelang turnamen telah mengurangi kebahagiaan yang biasanya dirasakan para pemain dan penggemar sepak bola.
Piala Dunia selama ini dikenal sebagai ajang yang menyatukan berbagai bangsa melalui olahraga. Namun bagi Taremi, atmosfer yang dirasakan Iran kali ini berbeda dibandingkan pengalaman pada edisi-edisi sebelumnya.
Situasi tersebut tidak terlepas dari ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Kondisi itu membuat berbagai prosedur keamanan dan administrasi menjadi lebih ketat selama turnamen berlangsung.
Iran yang menjadi salah satu peserta Piala Dunia 2026 merasakan langsung dampak dari situasi tersebut. Tim berjuluk Team Melli itu tidak dapat menjalani persiapan dengan kondisi yang sepenuhnya ideal.
Menjelang pertandingan perdana melawan Selandia Baru, Iran disebut menghadapi sejumlah kendala. Mulai dari perpindahan lokasi markas tim hingga persoalan masuknya beberapa anggota rombongan ke Amerika Serikat.
Dalam laporan yang dikutip dari Guardian, Taremi mengaku sudah merasakan ketegangan tersebut bahkan sebelum tiba di Los Angeles. Situasi itu menurutnya menciptakan suasana yang berbeda dari semangat khas Piala Dunia.
Bagi Taremi, sepak bola seharusnya menjadi sarana yang mampu mendekatkan berbagai pihak. Karena itu, ia menyayangkan berbagai hambatan yang muncul menjelang turnamen.
Pemain yang menjadi andalan lini depan Iran itu berharap situasi serupa tidak kembali terjadi pada masa mendatang. Ia menilai Piala Dunia seharusnya mampu menghadirkan atmosfer yang lebih positif bagi seluruh pihak yang terlibat.
"Ketegangan semacam ini merusak kegembiraan itu dan merusak pesan FIFA dan rakyat kita, yang tentang sepak bola dan mewujudkan perdamaian," ujar Taremi dikutip Senin (15/6/2026).
"Saya pikir Piala Dunia ini seharusnya bisa memberikan suasana yang lebih baik daripada yang telah terjadi, dan saya berharap di masa depan akan lebih baik bagi semua penggemar, siapa pun yang mereka dukung," tambahnya.
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Taremi juga menyoroti sejumlah kasus lain yang terjadi selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Ia menyebut Iran bukan satu-satunya pihak yang terdampak oleh berbagai persoalan administratif.