news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wasit asal Australia Shaun Evans.
Sumber :
  • AFC

Diduga Tunjukan Gestur White Power Sebelum Laga Jerman Vs Curacao, FIFA Buka Suara Kelakuan Wasit Asal Australia 

Bertindak sebagai asisten wasit Video Assistant Referee (VAR), Shaun Evans dituding melakukan gestur kontroversial yang dikaitkan dengan simbol kelompok ekstrem kanan atau "White Power".
Selasa, 16 Juni 2026 - 00:58 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - FIFA akhirnya buka suara atas kelakuan tak wajar wasit asal Australia, Shaun Evans sebelum laga Jerman melawan Curacao di laga perdana Piala Dunia 2026. 

Bertindak sebagai asisten wasit Video Assistant Referee (VAR), Shaun Evans dituding melakukan gestur kontroversial yang dikaitkan dengan simbol kelompok ekstrem kanan atau "White Power".

Insiden tersebut terjadi setelah laga Grup Piala Dunia 2026 antara Jerman melawan Curacao yang berakhir dengan kemenangan telak 7-1 untuk Der Panzer pada Minggu (14/6/2026).

Wasit asal Australia itu terlihat dalam tayangan siaran langsung ketika berada di ruang VAR bersama timnya. Dalam momen tersebut, Evans tampak membuat gestur tangan berbentuk lingkaran dengan ibu jari dan telunjuk, sementara tiga jari lainnya terbuka ke arah bawah.

Menurut laporan The New York Times dan BBC Sport, simbol tersebut dianggap menyerupai kombinasi huruf "P" dan "W" yang dalam beberapa tahun terakhir dikaitkan dengan slogan "White Power" oleh kelompok ekstrem kanan.

FIFA mengaku telah mengetahui adanya insiden tersebut, namun belum memberikan penjelasan lebih lanjut.

Seorang juru bicara FIFA mengatakan bahwa pihaknya menyadari kejadian tersebut, tetapi menolak memberikan komentar tambahan.

Organisasi anti-diskriminasi Fare Network, yang selama ini bekerja sama dengan FIFA dalam isu hak asasi manusia dan kampanye anti-rasisme, menilai gestur tersebut memiliki kemiripan dengan simbol yang digunakan kelompok sayap kanan di berbagai negara.

"Nasihat dari para ahli kami adalah bahwa gestur yang digunakan jelas menyerupai simbol tangan 'OK' terbalik yang digunakan sebagai simbol 'White Power' di kalangan kelompok ekstrem kanan global," demikian pernyataan Fare Network dikutip dari laman People, Selasa (16/6/2026).

Organisasi tersebut bahkan mempertanyakan alasan Evans melakukan gestur tersebut saat mengetahui dirinya sedang tertangkap kamera.

"Mengapa seorang supervisor VAR menggunakan simbol ini pada ajang sepak bola global ketika dia tahu kamera sedang menyorotnya? Satu-satunya penjelasan adalah bahwa dia secara sengaja menyampaikan simbol neo-Nazi sayap kanan," lanjut pernyataan tersebut.

Fare Network juga meminta agar Evans tidak lagi bertugas pada Piala Dunia 2026.

"Publik televisi global seharusnya tidak disuguhi individu ekstrem kanan yang menggunakan simbol neo-Nazi saat mereka bersiap menyaksikan pertandingan. Jelas, ofisial ini seharusnya tidak lagi memiliki peran dalam Piala Dunia ini," tulis mereka.

Menariknya, gestur tangan berbentuk lingkaran dengan ibu jari dan telunjuk sebenarnya juga dikenal luas sebagai tanda umum yang berarti "baik-baik saja" atau "OK".

Anti-Defamation League (ADL) sendiri pada 2019 memasukkan simbol tersebut ke dalam daftar simbol kebencian. Namun, ADL juga mengingatkan bahwa penggunaan gestur tersebut tidak selalu berkaitan dengan supremasi kulit putih.

"Karena makna tradisional dari gestur tangan 'OK' serta penggunaan lainnya yang tidak berkaitan dengan supremasi kulit putih, kehati-hatian diperlukan agar tidak terburu-buru menyimpulkan maksud seseorang yang menggunakan gestur tersebut," tulis ADL.

Setelah kontroversi tersebut mencuat, panel VAR dilaporkan tidak lagi ditampilkan dalam tayangan siaran pertandingan Piala Dunia 2026 berikutnya.
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:45
04:03
01:13
03:28
01:00
16:25

Viral