- Reuters/Jordan Godfree
Profil Vozinha, Kiper Tanjung Verde Berusia 40 Tahun yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
tvOnenews.com - Nama Vozinha mendadak menjadi sorotan dunia setelah tampil luar biasa saat membantu Tanjung Verde menahan imbang Spanyol pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026.
Menghadapi salah satu favorit juara turnamen, kiper veteran berusia 40 tahun itu tampil bak tembok kokoh yang sulit ditembus.
Berkat serangkaian penyelamatan gemilangnya, Tanjung Verde sukses mengamankan hasil imbang 0-0 yang dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar pada fase awal Piala Dunia 2026.
Penampilan heroik tersebut langsung membuat banyak pecinta sepak bola penasaran dengan sosok di balik nama unik "Vozinha".
Siapa Sebenarnya Vozinha?
Meski dikenal luas dengan nama Vozinha, ternyata itu bukan nama aslinya.
Kiper yang kini memperkuat klub Chaves di kasta kedua Liga Portugal itu memiliki nama lengkap Josimar José Évora Dias.
Julukan Vozinha sudah melekat sejak masa kecilnya di Pulau Sao Vicente, Tanjung Verde.
Dalam wawancara dengan FIFA yang dikutip Olympics, ia mengungkapkan bahwa nama tersebut diberikan oleh kakek dan nenek yang membesarkannya sejak kecil.
"Julukan itu ada karena kakek dan nenek saya. Saya tidak pernah tinggal bersama orang tua. Saat saya lahir, ayah saya berada di militer dan ibu saya harus bekerja keras, jadi saya tumbuh besar bersama mereka," ungkap Vozinha dilansir Olympics.
Kisah tersebut menunjukkan betapa besar peran kakek dan neneknya dalam perjalanan hidup sang penjaga gawang.
Nama panggilan itu kemudian terus digunakan hingga dewasa dan akhirnya menjadi identitasnya di dunia sepak bola profesional.
Ada cerita menarik di balik keputusan Vozinha menggunakan nama julukannya di punggung jersey.
Saat memulai karier profesional bersama klub Angola, Progresso, ia ternyata bertemu pemain lain yang memiliki nama depan sama, yakni Josimar.
Situasi tersebut membuatnya harus memilih nama berbeda agar tidak terjadi kebingungan.
"Di Cape Verde tidak ada yang memanggil nama asli saya. Awalnya saya sempat kesal dengan julukan itu. Namun, saat tiba di Angola, ada kiper lain bernama Josimar. Saya menolak memakai nama 'Josimar II' di jersei. Karena semua orang di kampung halaman mengenal saya sebagai Vozinha, akhirnya saya pakai nama itu," ujarnya.