- REUTERS/Matthew Childs TPX IMAGES OF THE DAY
Pelatih Timnas Iran Blak-blakan Mengaku Diminta Segera Tinggalkan AS Usai Mainkan Laga Perdana di Piala Dunia 2026
tvOnenews.com - Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, berjalan dengan sulit untuk Timnas Iran baik di dalam maupun di luar lapangan.
Terbaru, pelatih Timnas Iran yakni Amir Ghalenoei mengungkapkan jika mereka langsung diminta untuk segera meninggalkan AS setelah melakoni laga perdana yang berlangsung di Los Angeles, California.
Iran melangsungkan laga perdananya di Piala Dunia 2026 menghadapi Selandia Baru di SoFi Stadium, Los Angeles.
- REUTERS/Matthew Childs TPX IMAGES OF THE DAY
Laga yang berlangsung pada hari Selasa (16/6/2026) pukul 08.00 WIB itu berakhir sama kuat dengan skor 2-2 diwarnai dengan sejumlah kontroversi.
Laga ini diwarnai sorakan dari sebagian penonton yang hadir langsung di stadion saat lagu kebangsaan Iran dinyanyikan.
Selain itu, sejumlah kontroversi juga terjadi di atas lapangan saat selebrasi dua gol Iran dianggap provokatif.
Tak berhenti disitu, seusai laga pelatih Iran yakni Amir Ghalenoei blak-blakan menyebut jika mereka diminta langsung meninggalkan AS.
Melansir dari laman The Washington Post, Amir Ghalenoei menyayangkan kejadian itu karena mereka tidak diberikan waktu untuk menjalani recovery.
“Mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk recovery,” kata Ghalenoei
"Setelah pertandingan hari ini, mereka berkata kepada kami, 'Kalian harus segera pergi.' Sangat penting bagi kami untuk memiliki waktu untuk recovery, tetapi kami diminta untuk naik pesawat dan kembali ke kamp kami di Tijuana, dan kami benar-benar merasa terganggu oleh hal itu.” lanjutnya.
Amir Ghalenoei mengatakan jika pada awalnya Timnas Iran berniat untuk bermalam di California guna memaksimalkan proses recovery.
- REUTERS/Daniel Cole
Namun, rencana tersebut batal karena mereka langsung diminta pergi meninggalkan AS segera setelah laga menghadapi Selandia Baru berakhir.
Sebagai informasi, kamp latihan Timnas Iran ditempatkan di Tijuana, Meksiko, meski seluruh pertandingan mereka pada fase grup digelar di AS.
Hal itu merupakan buntut dari ketegangan geopolitik yang terjadi antara Iran, Amerika Serikat dan Israel beberapa waktu kebelakang.
Kejadian yang dialami Iran usai laga kontra Selandia Baru pun memperpanjang berbagai polemik yang mereka dapatkan sejak sebelum Piala Dunia 2026 berlangsung.