Kronologi Ancaman Boikot dari UEFA Hingga AFC pada FIFA, Bermula dari Rencana Gianni Infantino Komersilkan Piala Dunia
- REUTERS/Caean Couto-Imagn Images
Jakarta, tvOnenews.com - Konfederasi sepak bola di berbagai belahan benua mulai bersuara atas rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino untuk mengkomersilkan Piala Dunia.
Tak tanggung-tanggung, Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengancam boikot FIFA setelah menggelar rapat darurat untuk memberikan respons bersama.
Penolakan terhadap gagasan tersebut terus menguat setelah UEFA menilai proposal yang diajukan FIFA berpotensi mengubah wajah sepak bola dunia. Federasi sepak bola Eropa itu menyebut langkah tersebut sebagai upaya menjual jiwa sepak bola.
Tak hanya UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Concacaf juga menyampaikan keberatan. Kedua organisasi itu mengaku tidak pernah diajak berdiskusi sebelum proposal diumumkan ke publik dan baru mengetahui rencana tersebut melalui pemberitaan media.
Dilansir dari laman The Hollywood, dalam skema yang diusulkan, FIFA akan membentuk entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).
Perusahaan tersebut akan mengelola seluruh aset komersial Piala Dunia, mulai dari hak siar, sponsor, penjualan tiket, hingga lisensi, sebelum sebagian sahamnya dijual kepada investor swasta.
FIFA disebut memberikan valuasi FFE sekitar 20 miliar dolar AS atau setara dengan Rp360 triliun. Melalui penjualan saham tersebut, badan sepak bola dunia itu memperkirakan bisa memperoleh tambahan dana hingga 10 miliar dolar AS atau setara dengan Rp180 triliun yang nantinya akan dialokasikan kepada asosiasi anggota FIFA.
Perusahaan investasi Thrive Capital yang didirikan Joshua Kushner, adik ipar Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dikabarkan memimpin proses pencarian investor untuk proyek tersebut.
Meski demikian, proposal tersebut masih harus mendapatkan persetujuan dari 211 asosiasi anggota FIFA melalui mekanisme pemungutan suara.
Posisi FIFA kini dinilai tidak mudah. Pasalnya, UEFA, AFC, dan Concacaf secara kolektif mewakili 143 dari total 211 anggota FIFA, sehingga penolakan dari tiga konfederasi besar itu dapat menjadi hambatan serius bagi rencana Infantino.
Namun, dukungan terhadap proposal tersebut juga mulai bermunculan. Federasi Sepak Bola Republik Ceko dikabarkan mendukung rencana FIFA. Selain itu, Arab Saudi yang menjadi anggota AFC juga diyakini berada di pihak Infantino.
Hingga kini belum ada kepastian apakah proposal tersebut cukup disahkan melalui mayoritas sederhana atau membutuhkan perubahan statuta FIFA yang mengharuskan dukungan minimal 75 persen suara anggota.
Load more