- REUTERS/Kai Pfaffenbach
Bicara Jepang Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia 2026, Bung Towel Sebut Kekuatan Samurai Biru Bukan Kebetulan
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Welly alias Bung Towel menyoroti hasil pertandingan Timnas Jepang kontra Belanda di Piala Dunia 2026.
Bung Towel mengetahui Jepang telah membuat kejutan baru di awal pertandingan Grup F Piala Dunia 2026. Samurai Biru berhasil menahan imbang Belanda skor 2-2 di Texas, Minggu (15/6/2026).
Jepang berhasil mencetak gol melalui Keito Nakamura menit ke-57 dan Daichi Kamada menit ke-89. Sementara, Belanda membukukan 2 gol lewat Virgil van Dijk menit ke-51 dan Crysencio Summerville menit ke-64.
Hasil tersebut membuat Jepang berada di peringkat kedua Grup F Piala Dunia 2026. Bung Towel menilai tim asuhan Hajime Moriyasu mempresentasikan kekuatan Asia yang tidak kalah saing dengan tim dari Eropa.
"Asia semakin mendekati kualitas-kualitas negara-negara besar identik sepak bola. Saya pikir Jepang adalah repsentasi kualitas Asia yang selevel dengan mereka," ujar Bung Towel dalam program Kabar Petang tvOne dikutip, Selasa (16/6/2026).
Bung Towel Ulas Kekuatan Jepang saat Lawan Tim Eropa
- tvOneNews
Lebih lanjut, Bung Towel kembali mengulas perjalanan Timnas Jepang. Kemenangan atas Belanda membuat Samurai Biru memperpanjang rekor tidak terkalahkan melawan tim Eropa sejak 2019.
Beberapa catatan hasil pertandingan Timnas Jepang melawan tim Eropa, pertama menang atas Serbia skor 1-0 (2021), menang atas Jerman skor 2-1 (2022), menang atas Spanyol skor 2-1 (2022), imbang atas Kroasia skor 1-1 (2022).
Kemudian, Timnas Jepang menang atas Jerman skor 4-1 (2023), menang atas Skotlandia skor 1-0 (2026), menang atas Inggris skor 1-0 (2026), menang atas Islandia skor 1-0 (2026), imbang atas Belanda skor 2-2 (2026).
Menurutnya, kekuatan Jepang saat ini bukan lagi kebetulan usai menahan imbang Belanda. Ia melihat keberhasilan tersebut tak lepas dari taktikal diberikan oleh tim pelatih.
"Taktikal yang mereka mainkan itu disiplin, lalu football IQ-nya, intensitas yang mereka mainkan, fleksibilitas mereka dalam bertahan dan menyerang. Itu menarik sekali," tuturnya.
Ia melihat dari hasil statistik pertandingan melawan Belanda. Timnas Jepang berani bertahan dengan mengandalkan lima pemain dengan formasi 5-4-1 hingga 4-4-2.
"Sangat fleksibel sekali. Kalau dapat bola mereka rebut, mereka bisa transisi cepat, mereka attacking cepat dan itu bikin Belanda kerepotan," jelasnya.
Bung Towel memuji julukan dari Timnas Jepang yakni Samurai Biru. Penyebutan tersebut bukan sekadar label, tetapi menggambarkan ketajaman yang diperlihatkan oleh Takefusa Kubo cs.
"Umpan-umpannya bagus dan dalam speed yang sangat cepat juga, bisa akurat. Kemudian, di ruang-ruang sempit dia berani main," terangnya.
Apakah Jepang Sudah di Level Tertinggi di Piala Dunia 2026?
- REUTERS/Issei Kato
Bung Towel tidak habis pikir dengan anak asuh Hajime Moriyasu. Timnas Jepang yang sempat tertinggal skor 2-1 justru semakin membara untuk menyamakan kedudukan atau mengincar kemenangan.
Menurutnya, Timnas Jepang sudah bukan lagi tim biasa. Samurai Biru berhasil mempermalukan tim-tim Eropa, terutama bagi yang menjadi kontestan di Piala Dunia 2026.
"Itu kunci. Dia tertinggal dua kali tapi dia bisa balik lagi menyamakan kedudukan itu membuktikan Jepang saya pikir sudah pantas ada di level atas dunia sepak bola," katanya.
Ia memahami Timnas Jepang belum pernah menyentuh ke babak delapan besar atau perempat final di Piala Dunia sebelumnya. Samurai Biru dinilai sejatinya masih lama menargetkan juara ajang bergengsi ini.
Akan tetapi, kekuatan seperti itu setidaknya diharapkan bisa membawa Jepang mencapai ke level tersebut pada Piala Dunia 2026.
Ia menilai kegagalan Jepang dari Piala Dunia 2018. Kesebelasan Samurai Biru bermain apik namun gagal setelah kalah dramatis skor 2-3 dari Belgia.
Kekalahan ini menjadi pembelajaran penting bagi tim pelatih. Hajime Moriyasu dan jajaran belajar bagaimana Jepang bisa menggila saat melawan Belanda.
"Lihat kemarin pertahanan Jepang bagus banget," tukasnya.
(hap)