Airlangga Ungkap Sejarah Pasar Modal Indonesia yang Dimulai Sejak Masa VOC
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap perjalanan panjang pasar modal Indonesia yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perdagangan komoditas sejak era kolonial.
Kini, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, pemerintah mendorong pasar keuangan nasional semakin dalam melalui pengembangan produk investasi baru, termasuk Exchange Traded Fund (ETF) emas.
Hal tersebut disampaikan Airlangga saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia dan Peluncuran Produk ETF Emas di Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026).
Airlangga mengawali paparannya dengan mengingat kembali sejarah bursa di Indonesia. Menurutnya, aktivitas bursa pertama kali dibuka oleh pemerintah kolonial Belanda sebelum kemudian kembali dibuka pada era pemerintahan Presiden Soeharto pada 1977.
“Kemudian kalau kita lihat berdasarkan sejarah, bursa kita kan pertama kali oleh Belanda ya, kemudian Pak Harto membuka kembali tahun ’77,” kata Airlangga.
Menariknya, Airlangga mengaitkan sejarah pasar modal Indonesia dengan keberadaan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang disebutnya sebagai perusahaan publik pertama di dunia.
“Nah, kalau kita ingat, VOC itu adalah the first public listed company di dunia. Dan bidang usahanya adalah komoditas, ASEAN komoditas, shipping,” ujarnya.
Menurut Airlangga, aktivitas perdagangan komoditas pada masa tersebut turut menunjukkan besarnya nilai ekonomi yang berkaitan dengan Indonesia.
Bahkan, apabila nilai kapitalisasi VOC dihitung menggunakan nilai saat ini, angkanya disebut masih sangat besar.
“Kemudian saya lihat market cap-nya kalau per hari ini, atau dinilai dengan hari ini, market cap-nya US$7 sampai 8 triliun. Jadi bahkan dengan today’s value pun tinggi,” tutur Airlangga.
Ia menilai sejarah tersebut menunjukkan bagaimana komoditas Indonesia telah menjadi bagian penting dalam aktivitas perdagangan global selama berabad-abad.
“Artinya itu juga beberapa based on Indonesia commodity selama tiga abad. Dan memang kita mencatat dari abad 16, 17, 18, 19, PDB per kapita tertinggi ada di Belanda,” katanya.
Kini, Airlangga menilai Indonesia memiliki kesempatan untuk membangun kekuatan pasar keuangannya sendiri setelah lebih dari delapan dekade merdeka.
Ia berharap kehadiran produk-produk investasi baru, termasuk ETF emas yang diluncurkan dalam momentum HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, dapat memperkuat kedalaman sektor keuangan nasional.
Load more