- REUTERS/Matthew Childs
Tantang FIFA, Pelatih Iran Luapkan Kekecewaan Perlakuan Tak Adil Tuan Rumah Piala Dunia, Mesti PP Meksiko-AS
Jakarta, tvonenews.com - Pelatih Iran Amir Ghalenoei meluapkan kekecewaannya pada FIFA ats perlakuan tak adil dari tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat.
Iran yang tampil di Grup G dan bermain di Amerika Serikat justru harus segera meninggalkan Los Angeles kembali ke Meksiko setelah menahan imbang Selandia Baru, Selasa (16/6/2026) pagi WIB.
Amir Ghalenoei menyebut keputusan tersebut sangat merugikan timnya karena proses pemulihan fisik pemain menjadi terganggu. Menurutnya, para pemain yang baru saja menyelesaikan pertandingan membutuhkan waktu istirahat sebelum kembali ke markas latihan mereka di Tijuana, Meksiko.
"Mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk pemulihan. Setelah pertandingan mereka mengatakan kami harus segera pergi. Pemulihan sangat penting bagi kami, tetapi kami diminta langsung naik pesawat dan kembali ke kamp," ujar Ghalenoei dilansir dari laman Saudi Gazzette.
Pelatih berusia 63 tahun itu mengaku tidak mengetahui pihak yang mengeluarkan instruksi tersebut. Namun ia menilai keputusan itu menjadi tambahan masalah yang terus menghantui Iran sepanjang Piala Dunia 2026.
"Kami tidak tahu mengapa kami harus kembali secepat itu. Seharusnya kami menginap malam ini dan kembali besok. Kami sama sekali tidak tahu alasannya. Saya pikir tim kami mungkin menjadi tim yang paling tertindas di Piala Dunia ini," katanya.
Sejak pecahnya konflik di Iran beberapa waktu lalu, Team Melli memang memindahkan pusat latihan mereka dari Amerika Serikat ke Tijuana, Meksiko. Selain itu, beberapa anggota ofisial dan staf pendukung juga dilaporkan mengalami kendala visa sehingga tidak bisa bergabung dengan tim.
Kapten Iran, Mehdi Taremi, turut menyuarakan kekecewaannya. Penyerang andalan tersebut menilai situasi yang dihadapi timnya sangat menyulitkan persiapan menghadapi laga-laga berikutnya.
"Kami harus meninggalkan Los Angeles sekarang juga dan itu tidak baik bagi kami. Saya pikir FIFA harus membantu kami lebih dari ini. Semuanya seperti bencana bagi kami," ujar Taremi.
Ghalenoei menambahkan sejumlah pemain mengalami kram selama pertandingan dan tuntutan perjalanan yang padat semakin memperburuk kondisi fisik skuadnya.
Meski menghadapi berbagai kesulitan, Iran tetap mampu menunjukkan mental kuat. Sempat tertinggal dua kali, Team Melli berhasil memaksakan hasil imbang 2-2 melalui gol Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi di hadapan ribuan pendukung Iran yang memadati SoFi Stadium.
Atmosfer pertandingan pun terasa seperti laga kandang bagi Iran. Dukungan besar dari para suporter membuat para pemain merasakan semangat luar biasa.
"Itu atmosfer yang luar biasa. Rasanya seperti bermain di kandang sendiri," kata Mehdi Taremi.
Hasil imbang tersebut membuat seluruh tim di Grup G sama-sama mengoleksi satu poin setelah pertandingan pertama. Iran selanjutnya akan menghadapi Belgia sebelum menutup fase grup dengan melawan Mesir.
"Kami menghadapi lebih banyak rintangan, tetapi kami tidak akan membiarkan hal itu menghentikan kami untuk memberikan yang terbaik," tegasnya.