news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Timnas Jepang dan Timnas Korea Selatan.
Sumber :
  • Instagram @japanfootballassociation - Instagram @thekfa

Adu Kelas Jepang vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Siapa yang Paling Layak Disebut Raja Asia?

Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, tetapi perdebatan mengenai kekuatan sepak bola Asia sudah langsung mencuri perhatian. Adu kelas Jepang dan Korea Selatan.
Kamis, 18 Juni 2026 - 15:36 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, tetapi perdebatan mengenai kekuatan sepak bola Asia sudah langsung mencuri perhatian.

Jepang dan Korea Selatan sama-sama tampil impresif pada laga pembuka fase grup, memunculkan pertanyaan besar: siapa yang sebenarnya lebih mengesankan di antara dua raksasa Asia Timur tersebut?

Jika melihat hasil pertandingan pertama, baik Jepang maupun Korea Selatan sukses menunjukkan kualitas yang membuat lawan-lawan mereka harus waspada.

Bahkan, penampilan kedua tim tersebut dinilai jauh lebih menjanjikan dibandingkan sejumlah wakil Asia Barat yang justru gagal meraih kemenangan.

Jepang mungkin menjadi tim yang paling menyita perhatian. Pasalnya, Samurai Biru langsung berhadapan dengan Belanda, salah satu kekuatan tradisional sepak bola Eropa yang selama ini dikenal sebagai salah satu negara terkuat yang belum pernah menjuarai Piala Dunia.

Menghadapi lawan sekelas Belanda pada laga perdana tentu bukan tugas mudah. Namun Jepang mampu membuktikan mentalitas dan kualitas permainan mereka.

Dua kali tertinggal, tim Negeri Sakura tetap tenang dan berhasil memaksa Belanda bermain imbang 2-2.

Hasil tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa Jepang semakin matang sebagai kekuatan sepak bola dunia.

Mereka tidak hanya mengandalkan kecepatan dan disiplin, tetapi juga memiliki kualitas teknik yang mampu mengimbangi tim-tim elite Eropa.

Di sisi lain, Korea Selatan juga menunjukkan karakter luar biasa. Berhadapan dengan Republik Ceko, juara Eropa 1976, Taeguk Warriors sempat tertinggal lebih dulu. Namun mereka berhasil bangkit dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1.

Kemenangan tersebut menunjukkan mental juang yang selama ini menjadi identitas sepak bola Korea Selatan.

Meski berada di bawah tekanan, para pemain tetap disiplin menjalankan strategi hingga akhirnya mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir pertandingan.

Jika harus melakukan adu kelas, Jepang mungkin sedikit unggul dari sisi kualitas permainan karena mampu menahan salah satu tim terbaik Eropa.

Namun Korea Selatan layak mendapat pujian karena berhasil mengamankan tiga poin penuh dari pertandingan yang tidak mudah.

Keberhasilan Asia Timur tidak berhenti di situ. Australia juga tampil mengejutkan dengan mengalahkan Turki 2-0. Hasil tersebut membuat tiga wakil Asia Timur sama-sama mengawali turnamen dengan performa positif.

Sebaliknya, situasi berbeda justru dialami tim-tim Asia Barat. Qatar, Arab Saudi, Iran, Irak, hingga Yordania gagal meraih kemenangan pada laga pembuka mereka.

Kondisi ini membuat peluang mereka untuk melangkah ke babak gugur menjadi lebih berat dibandingkan para rival dari Asia Timur.

Perbedaan performa tersebut dianggap bukan kebetulan. Jepang dan Korea Selatan dinilai telah mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam aspek teknik, kebugaran, disiplin taktik, dan mental bertanding.

Saat ini, kedua negara tersebut tidak lagi hanya mengandalkan semangat juang.

Mereka juga memiliki pemain yang terbiasa bersaing di kompetisi elite dunia sehingga mampu tampil lebih percaya diri ketika menghadapi lawan-lawan kuat.

Piala Dunia 2026 memang masih panjang. Namun satu hal mulai terlihat jelas. Jepang dan Korea Selatan kembali membuktikan bahwa mereka masih menjadi standar tertinggi sepak bola Asia. (asl)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:25
01:35
01:53
00:59
01:26
03:04

Viral