- REUTERS/Victor Medina TPX IMAGES OF THE DAY
Staf Timnas Iran Bongkar Situasi Mencekam di Piala Dunia 2026, Bilang Para Pemain Sampai Dikelilingi Senapan Mesin
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Iran disebut menghadapi tantangan yang tidak biasa selama mengikuti Piala Dunia 2026.
Di tengah persaingan di lapangan, mereka juga harus berjuang menghadapi berbagai kendala yang dinilai mengganggu persiapan dan pemulihan para pemain.
Situasi tersebut diungkapkan oleh Paulo Alexandre Araujo, spesialis performa dan pemulihan yang menangani Timnas Iran. Ia menceritakan pengalaman yang menurutnya sangat berbeda dibandingkan turnamen-turnamen besar yang pernah diikutinya sebelumnya.
- REUTERS/Victor Medina
Araujo bukan sosok baru di dunia sepak bola internasional. Selama bertahun-tahun, ia telah membantu banyak tim dalam menjaga kondisi fisik pemain selama kompetisi berlangsung.
Namun, pengalaman bersama Iran di Piala Dunia 2026 disebutnya menjadi salah satu yang paling menantang.
Berbagai keterbatasan membuat proses pemulihan pemain tidak dapat berjalan seperti biasanya.
Salah satu persoalan yang dihadapi Iran adalah kewajiban meninggalkan wilayah Amerika Serikat setelah menjalani pertandingan.
Kondisi tersebut memaksa para pemain dan staf harus melakukan perjalanan tambahan untuk kembali ke markas mereka di Meksiko.
Akibat situasi itu, proses pemulihan pemain sering kali tidak dilakukan di fasilitas yang ideal. Araujo bahkan harus menangani kondisi pemain selama perjalanan udara di pesawat menuju Tijuana.
Menurutnya, pekerjaan seperti membalut cedera atau melakukan perawatan ringan biasanya dilakukan di ruang ganti.
- REUTERS/Daniel Cole
Namun kali ini, ia harus melakukannya di dalam pesawat karena keterbatasan waktu dan situasi yang ada.
Araujo menilai sejumlah kondisi yang dihadapi Iran tidak memberikan kenyamanan bagi para pemain. Ia bahkan menyebut ada banyak hal yang terasa tidak adil selama turnamen berlangsung.
"Ada banyak hal yang tidak adil," ujar Araujo dikutip dari The New York Times, Jumat (19/6/2026).
Tak hanya persoalan perjalanan, Iran juga harus beradaptasi dengan keterbatasan sumber daya pendukung tim. Beberapa staf yang biasanya memiliki peran penting dalam operasional tim disebut tidak dapat menjalankan tugas mereka secara maksimal.
Araujo menjelaskan bahwa skuad Iran harus tampil tanpa dukungan penuh dari analis pertandingan, petugas media, maupun sejumlah staf lain yang dibutuhkan selama turnamen. Situasi tersebut tentu mempengaruhi persiapan tim di luar lapangan.
Selain itu, para pemain juga dihadapkan pada situasi keamanan yang menurut Araujo sangat berbeda dari pengalaman mereka sebelumnya. Pengawalan ketat selama perjalanan menjadi salah satu hal yang membuat para pemain merasa tidak nyaman.
- REUTERS/Victor Medina TPX IMAGES OF THE DAY
Araujo secara terang-terangan menjelaskan bahwa para pemain Iran bahkan sampai dikawal dengan orang-orang yang menggunakan senapan mesin ketika di bandara.
"Ketika para pemain menunggu di bandara selama dua, tiga jam, dan tiba di sana dikelilingi orang-orang dengan senapan mesin dan hal-hal lain semua itu, mereka tidak terbiasa dengan hal itu," kata Araujo.
Sebelumnya, kapten Timnas Iran Mehdi Taremi dan pelatih Amir Ghalenoei juga telah menyampaikan keluhan serupa.
Keduanya menilai Iran menjadi salah satu tim yang paling terdampak oleh berbagai kebijakan yang berlaku selama Piala Dunia 2026.
Pemerintah Amerika Serikat menerapkan pembatasan ketat terhadap Iran sehingga mereka tidak diperbolehkan menjadikan wilayah AS sebagai markas selama turnamen.
Akibatnya, Tijuana di Meksiko dipilih sebagai basis tim untuk menjalani seluruh rangkaian kompetisi.
Situasi tersebut membuat Iran harus menjalani perjalanan lintas negara setiap kali bertanding di Amerika Serikat.
Araujo pun menegaskan bahwa kondisi seperti itu tidak mencerminkan semangat persaingan yang setara dalam sebuah turnamen sepak bola terbesar di dunia.
"Ketika Anda bicara soal kompetisi yang adil, maka ini bukan cara yang seharusnya untuk memperlakukan olahragawan," pungkas Araujo.
(igp)