- IMAGN IMAGES via Reuters/Darren Yamashita
Kok Bisa Unggul Jumlah Pemain Tapi Tetap Mandul? Turki Resmi Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026 Usai Dipermalukan Paraguay
tvOnenews.com – Hasil minor mengejutkan kembali lahir di panggung Piala Dunia 2026. Timnas Turki dipastikan harus mengubur impian mereka dalam-dalam setelah menelan kekalahan menyakitkan 0-1 dari Paraguay pada laga krusial yang berlangsung Jumat malam.
Ironisnya, anak asuh Vincenzo Montella gagal total memanfaatkan keuntungan jumlah pemain meski telah unggul satu awak selama satu babak penuh.
Kekalahan ini memastikan Turki angkat koper lebih cepat dari turnamen, sekaligus memperpanjang rapor merah taktik Montella yang kembali mengecewakan publik sepak bola Turki.
- Reuters/Simon Fearn
Demi mengejar kemenangan, Montella sejatinya melakukan perombakan formasi. Gelandang kelahiran Haarlem, Orkun Kökçü, terpaksa diparkir di bangku cadangan menyusul kekalahan 0-2 dari Australia di laga sebelumnya.
Sebaliknya, Ferdi Kadioglu yang merupakan pemain kelahiran Arnhem langsung dipasang sebagai starter, menemani deretan pilar bintang utama seperti Hakan Çalhanoglu, Arda Güler, dan Kenan Yildiz.
Laga baru berjalan, Turki langsung dikejutkan oleh skema serangan kilat Paraguay yang berujung petaka.
Pertandingan baru memasuki detik ke-64, jala gawang Turki yang dikawal Ugurcan Çakir sudah bergetar setelah Matías Galarza melepaskan tendangan datar mematikan yang merubah skor menjadi 0-1. Gol ini tercatat sebagai gol tercepat sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 sejauh ini.
Tertinggal satu gol membuat Turki mengamuk dan melancarkan gelombang serangan bertubi-tubi.
Skuad berjuluk Ay-Yıldızlılar tersebut nyaris menyamakan kedudukan melalui aksi Mert Müldür, namun dewi fortuna belum berpihak setelah bola sepakannya membentur mistar sekaligus tiang gawang secara dramatis.
Tepat sebelum turun minum, sebuah insiden unik terjadi di lapangan. Pemain bintang Paraguay, Miguel Almirón, terpaksa diusir keluar lapangan setelah terbukti melanggar regulasi ketat aturan baru di turnamen ini.
Pasca-terjadinya friksi kecil antar-pemain, Almirón terlihat menutup mulutnya menggunakan tangan sembari membisikkan kalimat ke arah pemain lawan.
- REUTERS/Lee Smith
Mengetahui hal tersebut, para penggawa Turki langsung melakukan protes keras kepada sang pengadil lapangan.
Usai meninjau monitor Video Assistant Referee (VAR), wasit Ivan Barton Cisneros asal El Salvador tanpa ampun langsung mengacungkan kartu merah langsung kepada Almirón.
Memasuki paruh kedua, Turki yang unggul jumlah pemain langsung mengurung lini pertahanan perwakilan Amerika Selatan tersebut. Namun, Paraguay menunjukkan organisasi pertahanan yang luar biasa rapat dan disiplin.
Meski mendominasi jalannya laga, kreativitas serangan Arda Güler dan kolega selalu patah di sepertiga akhir lapangan dan gagal dikonversi menjadi gol penyeimbang.
Vincenzo Montella mencoba memasukkan sejumlah pemain pengganti di sisa waktu untuk memecah kebuntuan.
Sayang, keputusan tersebut dinilai terlambat. Mantan gelandang Feyenoord, Orkun Kökçü, baru dimasukkan pada menit ke-86 dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk memberikan dampak berarti di sisa laga.
Skor 0-1 bertahan hingga peluit panjang, memastikan Paraguay melaju dan Turki resmi tersingkir.