- IMAGN IMAGES via Reuters/Darren Yamashita
Siapa Dua Tim Pertama yang Gugur di Piala Dunia 2026? Salah Satunya Kekuatan Besar Eropa
tvOnenews.com - Piala Dunia 2026 baru memasuki fase awal babak penyisihan grup, namun kejutan besar sudah langsung terjadi.
Dua tim pertama yang dipastikan tersingkir bahkan sebelum matchday terakhir grup dimainkan adalah Haiti dan Turki.
Pertanyaan besar pun muncul: siapa sangka dua negara ini harus angkat koper lebih cepat dari turnamen paling bergengsi di dunia?
- REUTERS/JC Ruiz/Sipa USA
Haiti menjadi tim pertama yang dipastikan gagal melanjutkan langkah ke fase berikutnya.
Hasil buruk kembali mereka dapatkan saat menghadapi Brasil dengan kekalahan 0-3 dalam laga yang digelar di Lincoln Financial Field, Philadelphia.
Sebelumnya, Haiti juga sudah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Skotlandia. Dua hasil tersebut membuat wakil CONCACAF itu tidak mengoleksi satu poin pun dari dua pertandingan awal Grup C.
Secara matematis, Haiti sebenarnya masih memiliki satu laga tersisa. Namun, peluang mereka sudah tertutup karena kalah dalam skema head-to-head dari Skotlandia, yang menjadi salah satu penentu utama klasemen jika poin sama.
- Instagram/fifaworldcup
Dengan kondisi tersebut, Haiti resmi menjadi tim pertama yang tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Tak berselang lama, giliran Turki yang menyusul kepastian pahit tersebut. Tim yang dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola Eropa itu justru tampil di luar ekspektasi di Grup D.
Turki harus mengakui keunggulan Australia dengan skor 0-2, sebelum kembali tumbang 0-1 dari Paraguay. Dua kekalahan itu membuat mereka tanpa poin dan langsung terpuruk di dasar klasemen.
Lebih menyakitkan lagi, Turki sebenarnya tampil dominan dalam dua pertandingan tersebut.
- Instagram @starfutbolresmi
Saat melawan Australia, mereka menguasai 62 persen penguasaan bola dan melepaskan 30 tembakan. Namun hanya sedikit yang benar-benar mengancam gawang lawan.
Situasi serupa kembali terjadi ketika menghadapi Paraguay.
Turki kembali unggul dalam penguasaan bola dengan 65 persen serta mencatatkan 31 percobaan tembakan. Namun efektivitas menjadi masalah besar karena mereka tetap gagal mencetak gol.
Kegagalan memaksimalkan peluang membuat Turki tidak mampu mengejar Australia maupun Paraguay di klasemen Grup D.
Ditambah lagi, mereka kalah dalam rekor pertemuan langsung, sehingga peluang untuk bangkit sudah tertutup.
Tersingkirnya Turki menjadi sorotan besar karena mereka pernah mencapai semifinal Piala Dunia 2002 dan diharapkan bisa kembali bersaing di level tertinggi. Namun kenyataan di Piala Dunia 2026 justru berkata lain.
Dengan demikian, Haiti dan Turki resmi menjadi dua tim pertama yang tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Satu dari CONCACAF, satu lagi dari Eropa—keduanya sama-sama harus pulang lebih cepat meski membawa harapan besar di awal turnamen.
Hasil ini sekaligus menjadi pengingat keras bahwa di Piala Dunia, dominasi permainan dan statistik tinggi tidak menjamin hasil akhir.
Efektivitas dan penyelesaian akhir tetap menjadi faktor penentu utama untuk bertahan di kompetisi paling elite di dunia sepak bola. (asl)