- REUTERS/Matthew Childs
Iran Minta FIFA untuk Minimalisir Masalah di Piala Dunia, Penerbangan Kacau Hingga Merasa Dikucilkan
Jakarta, tvOnenews.com - Iran secara terbuka meminta Presiden FIFA, Gianni Infantino untuk meminimalisir masalah selama Piala Dunia 2026. Akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, FIFA harus turun tangan untuk memastikan Iran aman di Piala Dunia.
Walau memang merasa aman selama gelaran berlangsung, namun masalah seperti penerbangan karena visa ternyata semakin runyam di laga pekan kedua jelang Iran menghadapi Belgia, Senin (22/6/2026) dini hari WIB.
Tim asuhan Amir Ghalenoei bahkan baru tiba di Los Angeles pada Sabtu siang waktu setempat, kurang dari 24 jam sebelum pertandingan berlangsung di SoFi Stadium. Sementara itu, Belgia sudah berada di kota tersebut sehari lebih awal.
Dalam konferensi pers yang berlangsung penuh emosi, Amir Ghalenoei mengungkapkan bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino sebenarnya telah berusaha membantu mengatasi masalah yang dialami Iran. Namun, upaya tersebut pada akhirnya tidak membuahkan hasil.
"Dia melakukan segala upaya untuk menghilangkan hambatan. Infantino mencoba meminimalkan masalah yang kami hadapi," ujar Amir Ghalenoei dilansir dari laman Daily Mail, Minggu (21/6/2026).
Pelatih berusia 62 tahun itu menjelaskan bahwa FIFA sempat menghubunginya dan menawarkan kemungkinan penerbangan charter lebih awal menuju Los Angeles.
"Mereka menelepon saya dan berkata, 'Apakah Anda siap jika kami mendapatkan penerbangan pukul 18.00?' Saya menyambut baik hal itu, tetapi kami hanya duduk dan menunggu," kata Ghalenoei.
"Kami menunggu sampai pukul 19.00 dan tidak ada yang terjadi. Kemudian mereka meminta maaf karena tidak dapat mewujudkannya. Hal itu memengaruhi mental kami, terutama saya sebagai pelatih kepala. Saya tahu FIFA sudah berusaha semaksimal mungkin dan saya berterima kasih untuk itu, tetapi itu tidak berarti mereka berhasil," lanjutnya.
Akibat kegagalan tersebut, Timnas Iran baru meninggalkan kamp pelatihan mereka di Tijuana, Meksiko, menjelang tengah hari pada Sabtu.
Tak hanya soal perjalanan, Ghalenoei juga mengaku kecewa karena merasa tidak mendapatkan dukungan dari pelatih-pelatih peserta Piala Dunia lainnya.
"Saya tidak menerima reaksi apa pun dari siapa pun. Keluhan kami terkait dengan cara penyelenggara memperlakukan kami," ungkapnya.
"Saya tidak mendengar apa pun dari pelatih lain. Mereka mungkin sibuk dengan tim mereka masing-masing, tetapi jika saya berada di posisi mereka, saya akan melakukannya," tambahnya.
Meski demikian, Amir Ghalenoei mengapresiasi pelatih Belgia, Rudi Garcia, yang menurutnya menegaskan bahwa Piala Dunia seharusnya hanya berbicara tentang sepak bola, bukan politik.
"Sepertinya pelatih terhormat Belgia mengatakan bahwa kami berada di sini untuk sepak bola dan bukan politik," ujarnya.
Kabar baik akhirnya datang untuk Iran menjelang laga terakhir fase grup melawan Mesir. Amir Ghalenoei mengungkapkan bahwa timnya diizinkan terbang dua hari lebih awal untuk pertandingan tersebut.
"Saya berharap mereka bisa melakukan itu untuk dua pertandingan pertama. Kesempatan untuk datang dalam kondisi terbaik telah dirampas dari kami," kata Ghalenoei.