- REUTERS
Hitung-hitungan Tanjung Verde Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Negara Seluas Jabodetabek Ini Berpeluang Cetak Sejarah
Jakarta, tvOnenews.com - Peluang Tanjung Verde untuk lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar. Negara kepulauan kecil di Afrika yang luas wilayahnya hampir setara dengan Jabodetabek itu terus mencuri perhatian sepanjang gelaran turnamen.
Perjalanan Tanjung Verde sejauh ini layak disebut sebagai salah satu kisah paling menarik di fase grup. Berstatus sebagai tim debutan, mereka mampu bersaing dengan negara-negara yang memiliki tradisi sepak bola jauh lebih besar dan berpengalaman.
Kejutan pertama hadir saat Tanjung Verde berhasil menahan imbang Spanyol tanpa gol dalam laga Grup H yang digelar di Stadion Atlanta. Hasil tersebut terasa istimewa karena diraih saat menghadapi juara dunia 2010 yang tampil dengan skuad bertabur bintang.
Sepanjang pertandingan, Spanyol mendominasi jalannya laga dengan penguasaan bola mencapai 65 persen. La Furia Roja juga melepaskan 27 tembakan, dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang, namun tak satu pun mampu menembus rapatnya pertahanan Tanjung Verde.
Sosok yang paling menonjol dalam pertandingan tersebut adalah kiper veteran Josimar Jose Evora Dias atau yang lebih dikenal dengan nama Vozinha. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu tampil luar biasa dengan mencatat tujuh penyelamatan penting yang membuat para pemain Spanyol frustrasi.
Penampilan gemilang Vozinha membuat FIFA menobatkannya sebagai pemain terbaik pertandingan. Ia juga mencatat sejarah sebagai kiper tertua yang berhasil membukukan clean sheet pada laga debut di Piala Dunia.
Kejutan Tanjung Verde berlanjut pada pertandingan kedua saat menghadapi Uruguay di Stadion Hard Rock, Miami. Dalam laga yang berlangsung sengit itu, mereka kembali menunjukkan mentalitas kuat dengan memaksa Uruguay bermain imbang 2-2.
- REUTERS/Marco Bello
Tanjung Verde bahkan sempat unggul lebih dulu melalui tendangan bebas Kevin Lenini. Uruguay kemudian membalikkan keadaan lewat gol Maximiliano Araujo dan Agustin Canobio sebelum Helio Varela menyelamatkan timnya dari kekalahan melalui gol penyeimbang.
Dua hasil imbang tersebut membuat Tanjung Verde mengoleksi dua poin dari dua pertandingan. Mereka kini berada dalam persaingan ketat bersama Uruguay yang juga mengumpulkan dua poin, sementara Spanyol memimpin klasemen Grup H dengan torehan empat poin.
Situasi itu membuat peluang Tanjung Verde untuk melaju ke babak 32 besar masih sangat terbuka. Nasib mereka akan ditentukan pada laga terakhir saat menghadapi Arab Saudi.
Skenario paling aman tentu saja meraih kemenangan atas Arab Saudi. Jika berhasil mengamankan tiga poin, Tanjung Verde akan mengakhiri fase grup dengan koleksi lima poin dan dipastikan lolos ke babak gugur tanpa perlu bergantung pada hasil pertandingan lain.
Kemenangan juga membuat posisi mereka aman apa pun hasil laga antara Spanyol dan Uruguay. Bahkan jika Uruguay mengalahkan Spanyol, Tanjung Verde tetap akan melangkah ke fase berikutnya bersama wakil Amerika Selatan tersebut.
Peluang lolos juga masih terbuka apabila Tanjung Verde hanya bermain imbang melawan Arab Saudi. Namun, dalam skenario itu mereka harus berharap hasil pertandingan Spanyol kontra Uruguay berjalan sesuai kebutuhan.
Jika Spanyol mampu mengalahkan Uruguay, Tanjung Verde dipastikan finis sebagai runner-up grup dengan koleksi tiga poin. Sebaliknya, jika Uruguay menang atau bermain imbang, posisi akhir klasemen harus ditentukan melalui perhitungan selisih gol dan produktivitas masing-masing tim.
- FCF Official
Saat ini Uruguay sedikit unggul dalam produktivitas dengan mencetak tiga gol, dibandingkan dua gol milik Tanjung Verde. Karena itu, hasil pertandingan terakhir akan sangat menentukan apakah Tanjung Verde mampu mengamankan posisi kedua atau harus puas finis di peringkat ketiga.
Meski demikian, finis di posisi ketiga belum tentu mengakhiri mimpi mereka. Tanjung Verde masih berpeluang lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik, meski peluang tersebut tentu jauh lebih rumit dibandingkan mengamankan tiket lolos secara otomatis.
Jika mampu menjaga performa impresif yang ditunjukkan dalam dua laga awal, Tanjung Verde berpeluang mencatat sejarah besar di Piala Dunia 2026. Negara kecil yang luas wilayahnya hanya sekitar 4.033 kilometer persegi itu kini tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan mimpi menuju fase gugur.
(sub)