- REUTERS/Kim Hong-Ji TPX IMAGES OF THE DAY | REUTERS/Daniel Becerril (kolase dibuat dengan Gemini AI)
Presiden Korea Selatan Ngamuk Timnasnya Gagal Total di Piala Dunia 2026: Tercium Aroma Skandal Orang Dalam Federasi
Korsel awalnya berharap RD Kongo terpeleset saat bersua Uzbekistan, yang sempat unggul duluan 1-0 di babak pertama lewat gol Eldor Shomurodov.
Akan tetapi, petaka datang di babak kedua. RD Kongo mengamuk dan membalikkan keadaan menjadi 3-1 lewat brace Yoane Wissa dan gol Fiston Mayele.
Hasil laga di Atlanta tersebut otomatis membuat RD Kongo mengemas 4 poin dan resmi mendepak Korea Selatan dari persaingan tiket kelolosan.
- REUTERS/Eloisa Sanchez
Borok Lama Hong Myung-bo Kembali Digugat
Sejatinya, mosi tidak percaya masyarakat Korea Selatan terhadap Hong Myung-bo sudah membara sejak sang pelatih ditunjuk pada tahun 2024 lalu.
Publik dan media lokal gencar mempertanyakan transparansi perekrutan serta menuding adanya praktik favoritisme atau "orang dalam" di tubuh federasi.
Meski Hong berkali-kali membantah, kegagalan memalukan di Piala Dunia 2026 ini membuat luka lama kembali menganga. Hal ini pula yang disorot tajam oleh Presiden Lee Jae-myung.
"Alasan mengapa penunjukan yang gagal seperti itu—yang tidak membedakan antara kepentingan publik dan swasta serta memprioritaskan keuntungan pribadi—dapat terjadi adalah karena sulitnya memantau, memeriksa, dan meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang memiliki wewenang," tegas Presiden Lee menguliti tata kelola sepak bola nasionalnya.
Petisi Boikot Meledak, Toko-toko Larang Pelatih Masuk
Kini, gelombang protes suporter di dunia nyata sudah tak terbendung.
Sebuah petisi resmi yang mendesak pemecatan Hong Myung-bo langsung diserahkan ke situs resmi Majelis Nasional Korea Selatan dan langsung menembus ambang batas tanda tangan untuk masuk tahap peninjauan awal.
Saking geramnya, jagat media sosial dihebohkan dengan viralnya foto sejumlah toko dan tempat usaha di Korea Selatan yang kompak memasang papan pengumuman berisi larangan keras bagi pelatih Hong Myung-bo untuk menginjakkan kaki di tempat mereka.
Fenomena unik sekaligus miris ini menegaskan bahwa kegagalan di Piala Dunia 2026 telah dicap sebagai aib terbesar sepak bola Korea Selatan dalam sedekade terakhir.