- REUTERS/Stringer
Mesut Ozil dan Kutukan Jerman di Fase Knock Out Piala Dunia, Tak Pernah Menang Sejak Sang Gelandang Muslim Pensiun
Jakarta, tvOnenews.com - Kekalahan Jerman dari Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026 kembali memicu perdebatan di kalangan pencinta sepak bola. Nama Mesut Ozil kembali menjadi perbincangan setelah banyak suporter mengaitkan kemerosotan Die Mannschaft dengan perlakuan yang pernah diterimanya.
Seperti diketahui, Jerman harus mengakhiri langkahnya setelah kalah lewat adu penalti di Stadion Boston, Selasa (30/06/2026) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 1-1 selama 120 menit sebelum Paraguay memastikan tiket ke babak berikutnya dari titik putih.
Paraguay membuka keunggulan pada menit ke-42 dan sempat membuat Jerman berada dalam tekanan. Kai Havertz kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-54 sehingga pertandingan berlanjut hingga babak tambahan.
Der Panzer sebenarnya sempat merasa berada di atas angin ketika Jonathan Tah membobol gawang Paraguay. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah pemeriksaan VAR menyatakan terjadi pelanggaran dalam prosesnya.
Nasib Jerman akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah gagal menjalankan tugasnya, sedangkan José Canale menjadi pahlawan kemenangan Paraguay lewat eksekusi terakhir.
Kekalahan itu mencatatkan sejarah yang kurang menyenangkan bagi Jerman. Untuk pertama kalinya, mereka tumbang dalam adu penalti di ajang Piala Dunia.
Hasil tersebut juga memperpanjang puasa prestasi Der Panzer di fase gugur. Sejak mengangkat trofi Piala Dunia 2014, Jerman belum pernah lagi merasakan kemenangan pada babak knock out turnamen tersebut.
- REUTERS
Tak lama setelah peluit panjang berbunyi, media sosial dipenuhi berbagai komentar dari para penggemar. Banyak di antaranya menilai kemerosotan Jerman berawal sejak Mesut Ozil meninggalkan tim nasional.
"Jerman kehilangan semua keberuntungannya sejak mereka tidak menghormati Mesut Ozil," tulis salah satu pengguna media sosial di laman X. Komentar lain bahkan menyebut Ozil sebagai sosok yang menjadi otak di balik keberhasilan Jerman menjuarai Piala Dunia 2014.
Sejumlah penggemar juga menilai federasi sepak bola Jerman harus bercermin dari masa lalu. Mereka menganggap perlakuan terhadap Ozil meninggalkan luka yang hingga kini belum benar-benar sembuh.
"Jerman, inilah akibat dari cara kalian memperlakukan Ozil," tulis seorang warganet lagi. Ada pula yang menyebut Der Panzer tak pernah lagi menjadi tim yang sama sejak sang gelandang memutuskan mundur.
Mesut Ozil mengakhiri karier internasionalnya pada 2018 saat masih berusia 29 tahun. Keputusan itu diambil setelah ia mengaku mengalami rasisme dan perlakuan yang tidak menghormati latar belakang keluarganya yang berdarah Turki.
Kontroversi bermula ketika Ozil berfoto bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di London pada Mei 2018. Foto tersebut memicu kritik dari sejumlah politikus Jerman yang mempertanyakan loyalitasnya kepada negara.
Setelah insiden itu, Ozil mengaku menerima surat kebencian hingga ancaman. Ia juga merasa dijadikan kambing hitam atas kegagalan Jerman mempertahankan gelar juara dunia pada Piala Dunia 2018 di Rusia.
- Instagram @m10_official
Pernyataan Ozil saat itu masih terus dikenang hingga sekarang. "Saya orang Jerman ketika kami menang, tetapi saya menjadi seorang imigran ketika kami kalah," ujarnya dalam surat perpisahan yang menggemparkan publik.
Ozil juga secara terbuka menyinggung isu Islamofobia yang menurutnya masih terjadi. Ia mempertanyakan mengapa latar belakang Turkinya diperlakukan berbeda dibandingkan rekan-rekan setim yang juga memiliki darah campuran.
"Apakah karena saya berasal dari Turki? Apakah karena saya seorang Muslim? Saya rasa di situlah letak persoalan yang sebenarnya," kata Ozil. Pernyataan itu kemudian menjadi salah satu kutipan paling terkenal dalam sejarah sepak bola Jerman.
Mantan pemain Arsenal dan Real Madrid tersebut mengaku tak lagi merasa diterima sebagai bagian dari masyarakat Jerman. Padahal, ia telah membayar pajak, aktif dalam kegiatan sosial, dan menjadi bagian penting dari skuad juara dunia 2014.
Lahir di Gelsenkirchen dari keluarga keturunan Turki, Ozil mencatatkan 92 penampilan bersama tim nasional Jerman. Ia juga lima kali terpilih sebagai Pemain Terbaik Timnas Jerman sejak 2011, sebuah warisan yang hingga kini masih sulit dilupakan para pendukung Die Mannschaft.
(sub)