- REUTERS/Eloisa Sanchez
Gugurnya Juru Taktik Tim Nasional di Piala Dunia 2026, Terbaru Hong Myung-bo
tvOnenews.com - Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi bagi para pesepak bola top dunia, tetapi juga menjadi kuburan massal bagi karier para pelatih top.
Ekspektasi tinggi dari federasi dan tekanan masif dari jutaan suporter membuat kursi kepelatihan terasa sangat panas.
Memasuki babak gugur, beberapa nama besar dan arsitek strategi dari berbagai tim nasional telah resmi kehilangan jabatannya, baik karena pemecatan brutal maupun keputusan mundur secara terhormat akibat kegagalan target.
Berikut adalah daftar pelatih yang harus menyudahi perjalanannya di Piala Dunia 2026.
1. Sabri Lamouchi (Tunisia)
- REUTERS/Henry Romero
Sabri Lamouchi mengukir sejarah kelam sebagai manajer pertama dalam sejarah Piala Dunia yang langsung dipecat setelah hanya memimpin satu pertandingan di putaran final.
Federasi Sepak Bola Tunisia mengambil tindakan ekstrem dengan memecat pelatih asal Prancis ini beberapa jam setelah Tunisia menderita kekalahan memalukan dengan skor telak 1-5 dari Swedia pada pertandingan pembuka fase grup.
Lamouchi digantikan oleh Herve Renard yang sayangnya juga gagal membawa Tunisia lolos dari fase grup.
2. Hong Myung-bo (Korea Selatan)
- REUTERS/Amanda Perobelli
Kegagalan Korea Selatan melangkah ke fase gugur memicu gelombang protes keras dari publik domestik. Taegeuk Warriors harus angkat koper lebih awal setelah menelan kekalahan mengecewakan dari Meksiko dan Afrika Selatan.
Setelah dipastikan gagal menjadi salah satu tim peringkat ketiga terbaik di fase grup, sekaligus gagal lolos ke babak 32 besar, Hong Myung-bo secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya.
Ia meminta maaf secara terbuka dan menyatakan bertanggung jawab penuh atas performa buruk anak asuhnya yang jauh dari ekspektasi fans.
3. Ronald Koeman (Belanda)
- REUTERS/Annegret Hilse
Langkah tim nasional Belanda di turnamen kali ini terhenti secara mengejutkan di babak 32 besar. De Oranje harus mengakui keunggulan Maroko dalam laga sengit yang berakhir dramatis lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1.
Sehari pasca kekalahan menyakitkan tersebut, Ronald Koeman langsung mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala Belanda melalui pernyataan resmi.
Koeman merasa tanggung jawab atas kegagalan membawa Belanda melangkah lebih jauh menjadi alasan utamanya meletakkan jabatan.