- IMAGN IMAGES via Reuters/Kyle Ross
Carlo Ancelotti Beberkan Alasan Brasil Kalah Lawan Norwegia, Gugur Piala Dunia 2026
tvOnenews.com – Mimpi besar Timnas Brasil untuk mengakhiri penantian panjang merengkuh trofi juara dunia kembali pupus secara mengenaskan. Pelatih Carlo Ancelotti angkat bicara.
Skuad Selecao dipaksa angkat koper lebih cepat dari panggung Piala Dunia 2026 setelah ditekuk dengan skor tipis 1-2 oleh tim tangguh Eropa, Norwegia, di babak 16 besar.
Kekalahan menyakitkan ini sekaligus memperpanjang kutukan dan puasa gelar juara dunia bagi raksasa Amerika Selatan tersebut, yang terakhir kali mencicipi takhta tertinggi sepak bola jagat raya pada edisi 2002 silam.
- REUTERS
Meski dihantam kekecewaan mendalam, pelatih kepala Brasil Carlo Ancelotti memilih untuk bersikap tegar dan melihat kegagalan ini dari sudut pandang yang berbeda.
Juru taktik kawakan asal Italia itu mengakui bahwa hasil minor ini sangat menyakitkan, namun ia tetap memandang perjalanannya menukangi Brasil sebagai memori yang sangat berharga.
"Inilah sepak bola, inilah olahraga. Terkadang Anda harus menerima rasa sedih karena kekalahan. Saya sudah terbiasa dengan situasi seperti ini," ungkap Carlo Ancelotti dengan nada getir seusai pertandingan.
Ancelotti: Kebersamaan yang Indah di Tengah Hasil yang Menyakitkan
Mantan arsitek Real Madrid itu menambahkan bahwa meski tersingkir secara prematur, ia merasa terhormat bisa memimpin talenta-talenta emas Brasil di sepanjang turnamen akbar kali ini.
Bagi Ancelotti, atmosfer positif dan etos kerja anak asuhnya di dalam maupun luar lapangan adalah sebuah pencapaian tersendiri.
"Dari sisi hasil tentu kami sangat sedih. Tetapi bagi saya, ini tetap menjadi pengalaman yang indah," tutur pelatih berusia 67 tahun tersebut.
- REUTERS/Ricardo Moraes
Lebih lanjut, Ancelotti melontarkan pembelaan dengan menyebut bahwa Vinicius Jr dan kolega sejatinya tidak layak menelan kekalahan dari Norwegia.
Berkaca pada jalannya laga 16 besar kemarin, Selecao dinilai tampil dominan dan memegang kendali permainan, sehingga hasil akhir di papan skor terasa kurang adil bagi mereka.
"Kami memang tidak menjalani Piala Dunia yang luar biasa, tetapi saya rasa penampilan kami cukup bagus. Khusus pada pertandingan hari ini, saya merasa kami pantas menang," klaim Ancelotti.
Meski terpukul, Don Carlo menegaskan bahwa hasil buruk di Piala Dunia 2026 ini bukan berarti kiamat bagi masa depan sepak bola Brasil.
Ia langsung menyerukan gerakan bangkit bersama dan meminta anak asuhnya menjadikan kegagalan di Amerika Utara ini sebagai bahan evaluasi total demi membangun pondasi kekuatan baru.
"Saat kekalahan datang, Anda harus melihatnya sebagai awal dari petualangan baru. Kami harus terus bekerja, memperbaiki diri, dan menemukan ide-ide baru. Saya yakin ini bukan akhir dari segalanya," tegasnya dengan penuh optimisme.
Kegagalan ini tentu menjadi tamparan keras bagi publik sepak bola Brasil yang menuntut prestasi instan.
Namun, dengan komposisi skuad yang masih disesaki oleh barisan pemain muda bertalenta tinggi, Ancelotti sangat percaya diri bahwa timnya akan segera bangkit dari keterpurukan dan kembali mengancam sebagai kekuatan utama sepak bola dunia di turnamen-turnamen mayor berikutnya.