- instagram Gianni Infantino
Sanggah Diintervensi Donald Trump, Presiden Gianni Infentino Pastikan FIFA Bekerja Independen
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya angkat bicara terkait polemik yang muncul setelah hukuman larangan bermain penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, ditangguhkan sehingga sang pemain tetap bisa tampil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia.
Keputusan tersebut memicu kontroversi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengaku telah menghubungi Infantino dan menyambut baik keputusan FIFA yang membuat Balogun kembali tersedia untuk dimainkan.
Sebelumnya, Balogun mendapat kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina. Berdasarkan aturan, striker AS Monaco itu seharusnya menjalani larangan bermain satu pertandingan sehingga absen di babak 16 besar. Namun, FIFA kemudian memutuskan menangguhkan hukuman tersebut selama satu tahun.
Donald Trump bahkan memuji keputusan itu melalui akun Truth Social miliknya.
"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan ketidakadilan yang besar," tulis Trump.
Keputusan FIFA tersebut memunculkan berbagai spekulasi karena hubungan dekat antara Infantino dan Trump selama persiapan hingga berlangsungnya Piala Dunia 2026. Sejumlah tokoh sepak bola, termasuk Thomas Tuchel dan Jürgen Klopp, juga disebut mempertanyakan keputusan tersebut.
Menanggapi kritik yang terus bermunculan, Infantino menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ikut campur dalam proses pengambilan keputusan oleh Komite Disiplin FIFA.
"Saya telah melihat berbagai komentar publik mengenai keputusan Komite Disiplin FIFA yang independen terkait penangguhan hukuman Folarin Balogun, dan saya ingin menegaskan kembali prinsip mendasar dalam tata kelola FIFA," kata Gianni Infantino dikutip dari laman Express, Senin (7/7/2026).
Gianni Infantino menekankan bahwa seluruh badan peradilan FIFA bekerja secara independen tanpa campur tangan dari pihak mana pun, termasuk Presiden FIFA sendiri.
"Badan peradilan FIFA bersifat independen. Mereka bekerja secara otonom, menerapkan Kode Disiplin FIFA, dan memutuskan setiap perkara berdasarkan regulasi yang berlaku serta fakta-fakta yang ada. Independensi mereka sangat penting untuk menjaga kredibilitas dan integritas sepak bola, dan hal itu harus selalu dihormati," ujarnya.
Infantino juga mengonfirmasi memang menerima panggilan telepon dari Donald Trump. Namun, menurutnya, pembicaraan tersebut tidak memengaruhi jalannya proses hukum yang sedang berlangsung.