news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Striker Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun (20) melakukan selebrasi usai mencetak gol saat melawan Bosnia di Piala Dunia 2026..
Sumber :
  • REUTERS/Pedro Nunes

FIFA Resmi Tolak Banding Belgia, Donald Trump Akui Hubungi Gianni Infantino Atas Sanksi Kartu Merah Folarin Balogun

Pada saat yang hampir bersamaan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino atas sanksi larangan pertandingan di babak 16 besar Piala Dunia 2026. 
Selasa, 7 Juli 2026 - 05:02 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - FIFA resmi menolak banding Belgia atas penundaan sanksi kartu merah pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun

Pada saat yang hampir bersamaan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino atas sanksi larangan pertandingan di babak 16 besar Piala Dunia 2026. 

FIFA tetap menegaskan bahwa Folarin Balogun tetap berhak tampil setelah menolak permintaan Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) yang mempertanyakan keputusan penangguhan sanksi sang pemain.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menyatakan permohonan yang diajukan RBFA tidak dapat diterima karena Belgia tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan banding terhadap keputusan Komite Disiplin FIFA.

"Komite Banding FIFA telah memutuskan bahwa permohonan yang diajukan Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) tidak dapat diterima terkait keputusan Komite Disiplin FIFA yang menangguhkan selama satu tahun hukuman larangan bermain yang dijatuhkan kepada pemain Tim Nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun," bunyi pernyataan FIFA, dikutip dari ESPN, Selasa (7/7/2026).

FIFA juga menegaskan bahwa Ketua Komite Banding FIFA, Neil Eggleston asal Amerika Serikat, tidak terlibat dalam pengambilan keputusan tersebut.

"Ketua Komite Banding FIFA, Neil Eggleston, tidak terlibat dalam keputusan tersebut. Permohonan dinyatakan tidak dapat diterima karena RBFA bukan merupakan pihak dalam proses hukum sehingga tidak memiliki hak untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut," lanjut pernyataan FIFA.

Dengan putusan tersebut, Balogun dipastikan tetap tersedia untuk memperkuat Amerika Serikat saat menghadapi Belgia pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) pagi WIB.

Sebelumnya, penyerang AS yang telah mencetak tiga gol di turnamen ini menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina usai menginjak pergelangan kaki kanan Tarik Muharemovic. Hukuman tersebut semestinya membuat Balogun menjalani larangan bermain satu pertandingan.

Namun, Komite Disiplin FIFA memutuskan untuk menangguhkan pelaksanaan sanksi tersebut selama satu tahun berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Keputusan itu memicu kontroversi dan mendapat kritik dari berbagai pihak.

FIFA kemudian menjelaskan bahwa regulasi mereka memang memberikan kewenangan kepada Komite Disiplin untuk menggunakan diskresi dalam penerapan sanksi.

"Tidak ada ketentuan dalam Kode Disiplin FIFA maupun Regulasi Piala Dunia FIFA 2026 yang melarang Komite Disiplin FIFA menggunakan kewenangannya berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA," tegas pernyataan FIFA.

Meski permohonannya ditolak, Federasi Sepak Bola Belgia belum menyerah. Mereka menyatakan hingga kini belum menerima dokumen lengkap yang menjadi dasar keputusan FIFA, termasuk salinan putusan, alasan hukum, maupun laporan wasit.

"RBFA telah menerima keputusan Komite Banding FIFA yang ditandatangani oleh anggotanya, Salman Al-Ansari, yang menyatakan permohonan RBFA tidak dapat diterima dan mengonfirmasi keputusan sebelumnya yang mengizinkan pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, untuk bermain," tulis pernyataan RBFA.

"Hingga saat ini RBFA masih belum menerima dasar pertimbangan keputusan tersebut maupun informasi yang telah kami minta sejak awal proses ini, yaitu salinan keputusan, alasan yang menyatakan pemain memenuhi syarat bermain, serta laporan wasit. Hal itu merupakan pelanggaran terhadap regulasi FIFA," lanjut RBFA.

RBFA juga mengaku telah memberi tahu Federasi Sepak Bola Amerika Serikat bahwa mereka tetap mempersoalkan kelayakan Balogun apabila namanya masuk dalam daftar susunan pemain.

"Kami telah memberi tahu Federasi Sepak Bola Amerika Serikat bahwa kami menentang status kelayakan pemain tersebut apabila namanya tercantum dalam daftar pemain pertandingan. Dengan demikian, seluruh langkah hukum selanjutnya masih terbuka," tutup RBFA.

Kontroversi ini semakin menjadi perhatian setelah Presiden FIFA Gianni Infantino mengakui sempat menerima telepon dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kasus Balogun. Meski demikian, Infantino menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan badan peradilan independen FIFA.

Sementara itu, Trump mengklaim dirinya hanya meminta agar insiden kartu merah Balogun ditinjau ulang, tanpa mengintervensi hasil akhirnya.

"Yang saya lakukan hanya meminta agar kasus itu ditinjau ulang. Saya tidak mengatakan, 'Kalian harus melakukan ini," aku Donald Trump. (hfp)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:25
01:36
01:26
01:20
01:27
01:27

Viral