- REUTERS/Mike Segar
Piala Dunia 2026 Terus Memakan Korban, 10 Pelatih Resmi Kehilangan Jabatan Usai Timnya Tersingkir
tvOnenews.com - Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para pemain untuk menunjukkan kualitas terbaiknya, tetapi juga menjadi ujian berat bagi para pelatih dan petinggi federasi.
Ketatnya persaingan di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko membuat sejumlah sosok harus menerima konsekuensi pahit setelah tim yang mereka tangani gagal memenuhi target.
Hingga turnamen memasuki fase akhir, sedikitnya 10 tokoh dipastikan kehilangan jabatannya.
Sebagian dipecat, sementara yang lain memilih mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas hasil yang diraih tim masing-masing. Siapa saja mereka?
1. Sabri Lamouchi (Tunisia)
- REUTERS/Henry Romero
Sabri Lamouchi menjadi sosok pertama yang kehilangan pekerjaannya di Piala Dunia 2026.
Pelatih asal Prancis itu dipecat Federasi Sepak Bola Tunisia setelah timnya menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F.
Keputusan tersebut tergolong sangat cepat karena Tunisia langsung menunjuk Hervé Renard untuk memimpin tim pada sisa pertandingan turnamen.
2. Hong Myung-bo (Korea Selatan)
- REUTERS/Kim Soo-Hyeon
Hong Myung-bo memilih mundur dari kursi pelatih Korea Selatan setelah Taegeuk Warriors gagal melangkah ke babak gugur.
Pelatih yang mulai menangani tim nasional pada 2024 itu mengaku bertanggung jawab penuh atas kegagalan timnya yang hanya mampu meraih satu kemenangan sepanjang fase grup.
3. Steve Clarke (Skotlandia)
Steve Clarke juga mengakhiri kebersamaannya dengan Skotlandia setelah timnya tersingkir di fase grup.
Pelatih berusia 62 tahun tersebut mengumumkan pengunduran dirinya melalui surat terbuka kepada para pendukung, meski sebelumnya baru saja mendapat perpanjangan kontrak dari federasi.
4. Sebastian Beccacece (Ekuador)
- REUTERS/Eloisa Sanchez
Sebastian Beccacece memutuskan meninggalkan jabatannya setelah Ekuador gagal melangkah lebih jauh akibat kalah 0-2 dari Meksiko pada babak 32 besar.
Pelatih asal Argentina itu memilih mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas hasil yang tidak sesuai harapan.
5. Miroslav Koubek (Republik Ceko)
Perjalanan Miroslav Koubek bersama Republik Ceko juga berakhir setelah timnya gagal menembus fase gugur Piala Dunia 2026.
Kegagalan tersebut menjadi penutup masa baktinya bersama tim nasional.
6. Marcelo Bielsa (Uruguay)
- REUTERS/Amanda Perobelli
Marcelo Bielsa turut masuk dalam daftar pelatih yang mengakhiri kiprahnya usai turnamen.
Setelah Uruguay tersingkir pada fase grup, pelatih asal Argentina tersebut memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih La Celeste.
7. Ronald Koeman (Belanda)
- Reuters-Pro Shots/Sipa USA
Ronald Koeman memilih mengakhiri masa baktinya bersama Belanda setelah De Oranje tersingkir dari Maroko melalui drama adu penalti pada babak 32 besar.
Kegagalan itu sekaligus mengakhiri periode keduanya sebagai pelatih tim nasional Belanda.
8. Julian Nagelsmann (Jerman)
- REUTERS/Annegret Hilse
Julian Nagelsmann menjadi nama terbaru yang meninggalkan kursi pelatih Jerman.
Pelatih yang mulai menangani Der Panzer pada September 2023 itu dilaporkan mundur setelah Jerman secara mengejutkan disingkirkan Paraguay lewat adu penalti di babak 32 besar.
Berbagai media Jerman menyebut federasi tidak puas dengan pencapaian tim di turnamen tersebut.
9. Roberto Martinez (Portugal)
Roberto Martinez juga mengakhiri kebersamaannya dengan Portugal setelah Selecao das Quinas gagal melangkah ke perempat final.
Kekalahan dari Spanyol pada babak 16 besar menjadi laga terakhirnya sebagai pelatih Portugal setelah menangani tim sejak awal 2023.
10. Yasser Al-Misehal (Arab Saudi)
Berbeda dari nama-nama sebelumnya, Yasser Al-Misehal bukan pelatih melainkan Ketua Federasi Sepak Bola Arab Saudi.
Ia mengumumkan pengunduran diri setelah tim nasional Arab Saudi tersingkir pada fase grup Piala Dunia 2026.
Al-Misehal memimpin federasi sejak 2019 dan selama masa kepemimpinannya Arab Saudi dua kali lolos ke putaran final Piala Dunia, meski belum mampu melangkah melewati babak penyisihan grup.
Gelombang pergantian pelatih dan pejabat federasi ini menunjukkan besarnya tekanan yang menyertai ajang sekelas Piala Dunia. (asl)