- REUTERS/Mike Segar
Mengapa Cristiano Ronaldo Menilai Gelar Euro 2016 Tak Kalah Berharga dari Piala Dunia?
tvOnenews.com - Kegagalan Portugal melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 kembali menempatkan Cristiano Ronaldo menjadi pusat perhatian.
Bukan hanya karena hasil yang diraih Selecao das Quinas, tetapi juga karena pernyataan sang kapten yang menyebut gelar Piala Eropa 2016 memiliki nilai yang sama berharganya dengan trofi Piala Dunia.
Ucapan tersebut disampaikan Ronaldo setelah Portugal harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026. Menurutnya, keberhasilan membawa negaranya menjadi juara Euro 2016 merupakan pencapaian terbesar dalam karier internasionalnya.
- Reuters-Jerome Miron
"Kejuaraan Eropa adalah yang terpenting. Bagi saya, tahun 2016 memiliki arti yang sama pentingnya dengan Piala Dunia, jujur saja," ujar Ronaldo, dikutip dari A Bola.
Pernyataan itu langsung memicu berbagai tanggapan di kalangan pecinta sepak bola.
Sebagian menganggap Ronaldo sedang mencoba meredam kekecewaan setelah gagal mengangkat trofi Piala Dunia, sementara yang lain menilai ucapannya mencerminkan besarnya makna Euro 2016 bagi perjalanan sepak bolanya bersama Portugal.
Sebelumnya, Ronaldo juga pernah mengungkapkan pandangan serupa melalui kanal YouTube pribadinya. Ia menilai pencapaian seorang pemain tidak bisa diukur hanya dari keberhasilan memenangkan Piala Dunia.
Menurut peraih lima Ballon d'Or tersebut, Piala Dunia memang merupakan turnamen paling bergengsi, tetapi hanya berlangsung dalam waktu singkat setiap empat tahun sekali.
- REUTERS/Jeenah Moon
Sementara itu, status seorang legenda dibangun melalui konsistensi, dedikasi, dan prestasi yang diraih sepanjang karier profesional.
Jika melihat perjalanan Ronaldo bersama Portugal, pernyataan tersebut memiliki dasar yang kuat.
Sebelum 2016, Portugal beberapa kali nyaris meraih gelar, termasuk ketika menjadi runner-up Euro 2004 setelah kalah dari Yunani di partai final yang digelar di Lisbon.
Momen bersejarah akhirnya datang pada Euro 2016 di Prancis. Portugal berhasil menorehkan sejarah dengan meraih gelar juara Eropa pertama setelah mengalahkan tuan rumah Prancis 1-0 melalui gol Éder pada babak perpanjangan waktu.
- REUTERS/Mike Segar
Ironisnya, Ronaldo tidak dapat menyelesaikan pertandingan final tersebut. Ia mengalami cedera lutut setelah berbenturan dengan Dimitri Payet pada awal laga dan harus meninggalkan lapangan pada menit ke-25.
Meski demikian, Ronaldo tetap memberikan semangat dari pinggir lapangan hingga peluit akhir berbunyi.