- REUTERS/Paul Childs
Kemenangan Argentina Seperti Dipaksakan, Pelatih Mesir Murka pada Wasit dan FIFA
Jakarta, tvOnenews.com - Kekalahan dramatis Timnas Mesir dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 masih menyisakan kontroversi.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, melontarkan tuduhan keras kepada FIFA usai timnya kalah 2-3 dari sang juara bertahan dalam pertandingan yang berlangsung di Atlanta.
Mesir sejatinya sempat berada di atas angin setelah unggul dua gol. Namun Argentina berhasil bangkit lewat penampilan gemilang Lionel Messi yang mencetak satu gol sekaligus menyumbang satu assist, sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan lewat gol pada masa injury time.
Di balik comeback Argentina tersebut, kubu Mesir merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan wasit dan Video Assistant Referee (VAR). Hossam Hassan bahkan menilai hasil pertandingan dipengaruhi faktor di luar lapangan.
"Kami tampil lebih baik daripada juara dunia, lebih baik dalam segala hal. Tetapi hasil pertandingan dipengaruhi oleh faktor internal di lapangan dan faktor eksternal di luar lapangan," kata Hossam Hassan dikutip dari laman ESPN, Rabu (8/7/2026).
Pelatih berusia 59 tahun itu kemudian melontarkan sindiran yang menjadi sorotan. Ia menduga ada keinginan agar Argentina dan Lionel Messi tetap bertahan di turnamen.
"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia di kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap bertahan dalam persaingan," katanya.
"Dalam sepak bola, terkadang ada faktor-faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Juara dunia mendapat dukungan di setiap level," tegas Hossam Hassan.
Hassan juga mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya sudah merasa tidak nyaman dengan penunjukan wasit asal Prancis, Francois Letexier, untuk memimpin pertandingan tersebut.
"Tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina terhadap hasil ini. Kami sebenarnya sudah memprotes penunjukan wasit karena situasi Prancis, tetapi pada akhirnya setiap orang harus menderita, dan kami yang mengalaminya," katanya.
Kemarahan Hassan bukan tanpa alasan. Mesir menganggap gol mereka dianulir secara kontroversial setelah tinjauan VAR.
Selain itu, mereka juga kecewa karena dugaan pelanggaran Alexis Mac Allister terhadap Mohamed Salah sebelum gol kemenangan Enzo Fernández sama sekali tidak ditinjau ulang oleh VAR.
"Kami tidak melihat adanya rasa hormat ataupun fair play. Penalti untuk kami dianulir, dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah bahkan tidak diperiksa VAR, lalu gol kedua kami secara luar biasa dianulir dengan alasan yang tidak jelas," kata Hossam Hassan.
Tak berhenti soal fair play hingga penalti yang tak diberikan wasit, Hossam Hassan turut menyoroti pelanggaran yang dilakukan oleh Argentina justru digratiskan oleh wasit dengan membiarkannya.
"Kita semua melihat bagaimana jersey pemain kami ditarik, tetapi bahkan tidak ada pemeriksaan VAR. Hidup memang tidak adil, kehidupan biasa juga tidak adil, tetapi mengapa dalam olahraga juga tidak ada keadilan?" katanya kecewa.
Hossam Hassan mengaku tidak yakin dengan hasil pertandingan tersebut termasuk jalannya pertandingan yang mengakibatkan kekalahan bagi negaranya.
"Saya ingin mengatakan 'nasib buruk', tetapi kenyataannya kami diperlakukan tidak adil dan ini adalah sebuah ketidakadilan," kata Hossam Hassan.
Usai laga berakhir, Hassan Hossam Hassan terlibat adu argumen dengan wasit Francois Letexier. Ia mengaku secara langsung menyampaikan protes kepada sang pengadil lapangan.
"Yang saya katakan kepada wasit adalah, 'Ini tidak adil.' Saya mengatakan mungkin dia menyimpan luka atau ada sesuatu yang ingin dia sembunyikan," tegas Hossam Hassan.
"Jika seseorang berusaha menyembunyikan sesuatu, biasanya dia akan gagal menyembunyikannya," katanya.
Hassan bahkan menegaskan rasa kecewanya terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut dengan menyatakan dirinya tak lagi berminat mengikuti sisa pertandingan Piala Dunia 2026.
"Bagaimanapun, setelah ini selesai, saya tidak akan menonton pertandingan lain di turnamen ini," tutupnya.