news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni.
Sumber :
  • REUTERS/Agustin Marcarian

Piala Dunia 2026: Kata-kata Scaloni Jelang Argentina Hadapi Inggris di Semifinal, Malah Puji dan Kagumi Tim Lawan

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, memilih meredam tensi jelang duel panas melawan Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2026.
Senin, 13 Juli 2026 - 08:46 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, memilih meredam tensi jelang duel panas melawan Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2026. Baginya, pertandingan tersebut hanyalah laga sepak bola antara dua tim besar yang sama-sama berjuang merebut satu tiket menuju final.

Meski sejarah panjang membuat pertemuan Argentina dan Inggris selalu sarat emosi, Scaloni menegaskan bahwa fokus utama timnya hanya tertuju pada pertandingan di atas lapangan. Ia tidak ingin laga itu dibumbui isu-isu di luar sepak bola yang kerap mengiringi setiap pertemuan kedua negara.

Pelatih berusia 48 tahun itu bahkan memberikan pujian kepada lawan yang akan dihadapi. Scaloni menilai Inggris merupakan salah satu tim terbaik di turnamen dan ditangani pelatih berkualitas yang sangat ia hormati.

"Ini pertandingan sepak bola. Kami akan memainkan pertandingan sepak bola melawan tim nasional yang hebat, yang memiliki pelatih hebat yang sangat saya hormati dan kagumi," ujar Scaloni, seperti dikutip dari The Guardian, Senin.

Argentina dijadwalkan menghadapi Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat. Laga tersebut akan berlangsung pada Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB dan diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling bergengsi di turnamen.

La Albiceleste melangkah ke empat besar setelah menundukkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu. Sementara itu, Inggris memastikan tempat di semifinal usai menyingkirkan Norwegia dengan kemenangan dramatis 2-1.

Pertemuan Argentina dan Inggris memang selalu menyita perhatian dunia. Kedua negara memiliki sejarah panjang di Piala Dunia yang dipenuhi duel-duel ikonik dan hasil yang kerap dikenang hingga kini.

Inggris pernah mengalahkan Argentina pada perempat final Piala Dunia 1966. Dua dekade berselang, Argentina membalas kekalahan tersebut pada perempat final Piala Dunia 1986 lewat pertandingan yang dikenang karena gol legendaris "Tangan Tuhan" yang dicetak Diego Maradona.

Rivalitas itu kembali berlanjut di Piala Dunia 1998 ketika Argentina menyingkirkan Inggris melalui drama adu penalti pada babak 16 besar. Empat tahun kemudian, Inggris membalas dengan kemenangan 1-0 di fase grup Piala Dunia 2002 melalui gol David Beckham yang sekaligus mengakhiri langkah Argentina di turnamen tersebut.

Selain rivalitas di lapangan, hubungan kedua negara juga kerap dikaitkan dengan konflik Kepulauan Falkland atau Malvinas pada 1982. Isu tersebut kembali menjadi perhatian selama Piala Dunia 2026 setelah muncul lagu-lagu yang dinyanyikan sejumlah suporter dan pemain Argentina yang menyinggung Malvinas, Diego Maradona, dan Lionel Messi.

Meski demikian, para pemain Argentina menegaskan bahwa mereka akan tetap bersikap profesional saat pertandingan dimulai. Penyerang Jose Manuel Lopez mengakui duel melawan Inggris memiliki makna sejarah yang besar, tetapi hal itu tidak akan memengaruhi cara timnya bermain.

"Jelas, di luar empat garis lapangan, ini adalah pertandingan yang memiliki banyak sejarah, banyak rasa sakit, dan banyak hal di baliknya," ujar Lopez.

"Namun, kami adalah para profesional. Kami akan memainkannya seperti setiap pertandingan lainnya, berjuang hingga detik terakhir, seperti yang kami tunjukkan sebelumnya, dengan memberikan segalanya untuk tim," lanjutnya.

Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai juara bertahan. Perjalanan Lionel Messi dan kolega menuju semifinal pun tidak mudah karena harus melewati sejumlah laga penuh tekanan, mulai dari fase grup hingga kemenangan dramatis atas Mesir di babak 16 besar dan Swiss di perempat final.

(sub)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:04
01:06
09:51
01:53
08:03
09:58

Viral